Logo Sulselsatu

Pemkab Gowa-USAID Akan Jalin Kerjasama Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Asrul
Asrul

Kamis, 21 Oktober 2021 18:05

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan menjalin kerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID) Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) Indonesia Private Sector untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Gowa.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina saat memberikan sambutan pada Pembahasan Draft Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama menyambut baik rencana kerjasama ini.

“Program ini sangat bagus, apalagi Ini program tidak menyusahkan kita karena program ini dibiayai USAID sendiri,” katanya di Ruang Rapat Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Gowa, Kamis (21/10).

Baca Juga : VIDEO: Polisi Gadungan Ditangkap di Gowa Usai Peras Warga

Selain itu, Kamsina menyebutkan program ini tentu akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Gowa.

Olehnya itu, dirinya berharap draft kesepakatan bersama dan kerjasama ini bisa segera diselesaikan.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini betul-betul bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Gowa bisa ditekan dan kita berharap program ini juga mengatasi masalah stunting,” harapnya.

Baca Juga : VIDEO: Kecelakaan di Jembatan Kembar Gowa, Mobil dan Pembatas Jembatan Rusak

District Coordinator – MPHD South Sulawesi, Amiruddin mengatakan program ini untuk mendukung Pemerintah Indonesia khususnya Kabupaten Gowa meningkatkan keterlibatan dan efektivitas fasilitas kesehatan swasta yang secara berkelanjutan, untuk menyediakan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berkualitas dan berkontribusi menurut AKI dan AKB.

“Goals kita adalah meningkatkan akses dan mutu layanan ibu dan BBL di Fasyankes. Kebijakan dan peraturan yang lebih baik, yang memungkinkan keterlibatan sektor swasta serta meningkatkan koordinasi dan integrasi sistem kesehatan swasta dan pemerintah di Kabupaten sasaran dalam hal ini Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Amiruddin menyebutkan beberapa intervensi yang akan dilakukan dalam upaya menurunkan AKI dan AKB, seperti Workshop tentang mutu, keselamatan pasien & INM, Workshop Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), Pendampingan Tata Kelola Klinik untuk RS swasta, Penguatan Komite MUTU RS, Pendampingan Tata Kelola Klinik untuk, Klinik swasta/TPMB, Penguatan Bidan DELIMA serta Adopsi E-kohort/MPDN.

Baca Juga : Uniknya Wisuda TK Al Husna Gowa, Digelar Sambil Berkebun

Sementara itu, Indonesia kata Amiruddin, lokasi program ini berada di lima provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Kriteria Pemilihan Kab/Kota yaitu merupakan daerah Lokus AKI/AKB Kementerian Kesehatan, jumlah Penduduk yang besar, jumlah RS Swasta dan Faskes Swasta lainnya dan ada RS jaringan,” tambahnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...