Logo Sulselsatu

Program Electrifying Agriculture PLN Solusi Hemat Biaya Operasional, Strategi Peningkatan Produksi Petani di Tanah Sulawesi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 29 Oktober 2021 20:21

Program electrifying agriculture dari PLN bantu peningkatan produksi pertanian namun hemat biaya operasional (dok. PLN)
Program electrifying agriculture dari PLN bantu peningkatan produksi pertanian namun hemat biaya operasional (dok. PLN)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penggunaan listrik untuk sektor pertanian semakin diminati oleh petani. Bukan tanpa alasan, penggunaan listrik dapat membantu peningkatan produksi serta dapat menghemat biaya operasional.

Melalui program electrifying agriculture, PLN mengajak petani untuk lebih hemat dan membantu meningkatkan produksi. Electrifying agriculture adalah salah satu bagian dari semangat transformasi PLN untuk meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, dan andal untuk berbagai kalangan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar mencatat program electrifying agriculture telah dirasakan 2.251 pelanggan dengan daya terpasang mencapai 5,624,214,817 VA.

Baca Juga : Sambut Kemerdekaan, PLN Beri Diskon Besar untuk Layanan Tambah Daya Listrik

Di wilayah Sulselrabar sendiri, program electrifying agriculture paling banyak digunakan oleh petani di Sulsel dengan total 1.396 pelanggan, daya yang terpasang mencapai 4,237,516,495 VA. Disusul Sultra sebanyak 345 Pelanggan dengan daya 983,567,569 VA, kemudian Sulbar ada 99 pelanggan dan 403,130,753 VA daya yang terpasang.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar, Awaluddin Hafid menjelaskan, PLN sangat mendukung program electrifying agriculture. PLN terus mendorong program-program elektrifikasi yang dapat meningkatkan produktifitas di sektor pertanian.

“Dengan program ini tentu akan mempermudah para petani karena penghematan dan keandalan yang didapat, tidak tanggung-tanggung penghematan yang didapat sebesar 45 persen dalam satu hari. Kedepannya ada sekitar 1.289 kelompok petani yang menjadi potensi bagi PLN di Kab. Maros,” kata Awaluddin.

Baca Juga : Semarak PLN Mobile Run 2025 Warnai Pagi Makassar, Fatmawati Rusdi Lepas Ribuan Pelari

Awaluddin menjelaskan, electrifying agriculture merupakan program peningkatan perekonomian nasional serta kesejahteraan sekaligus meningkatkan jumlah dan mutu produksi para petani.

Melalui program ini, PLN telah mendorong produktivitas pelanggan, menghadirkan efisiensi biaya produksi, hingga memberikan kemudahan akses listrik dan modal.

Program Electrifying Agriculture semula merupakan strategi PLN dalam mendorong peningkatan konsumsi kelistrikan, namun, secara tidak langsung telah mendorong revolusi mental serta struktural di sektor agrikultur. Modernisasi lewat kelistrikan ini telah menghadirkan inovasi bagi pelaku usaha di sektor agrikultur ini.

Baca Juga : Terang yang Dinanti, Perjuangan Ismail Bachtiar Menjawab Aspirasi dari Pegunungan Sinjai

Pemanfaatkan listrik di pertanian kini telah dirasakan petani di Kabupaten Maros, Sulsel. PLN sudah menyalakan pompanisasi sawah kepada 2 pelanggan petani dengan daya 23.000 VA dan 5.500 VA.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam mengaku bersyukur karena program PLN selaras dengan program pemerintah untuk mensukseskan bidang pertanian.

“Kabupaten Maros merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Sulawesi Selatan, oleh karena itu kami berharap dengan adanya listrik dari PLN ini dapat memajukan sektor pertanian di Maros sehingga dapat memancing animo milenial untu terjun ke bidang ini,” ungkap Chaidir Syam beberapa waktu lalu.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video10 Agustus 2026 21:39
VIDEO: Peternak Ayam Gelar Aksi di Makassar, Bagi-bagi Telur ke Pengendara
SULSELSATU.com – Sejumlah peternak ayam menggelar aksi damai di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (10/8). Peternak ayam itu tergabung dalam Pete...
Sulsel10 Agustus 2026 21:13
PT Vale dan Pemkab Morowali Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata Unsongi
Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat....
Metropolitan10 Agustus 2026 17:54
Karebosi Disiapkan Jadi Pusat HUT Ke-81
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Semangat merah putih mulai dikobarkan di berbagai penjuru Kota Makassar, menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ...
Metropolitan10 Agustus 2026 17:52
Dua Kelurahan Makassar Jadi Pilot Project Sadar HAM, Appi Harap Jadi Replikasi ke 153 Kelurahan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kota Makassar menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam upaya membumikan nilai-nilai hak asasi manusia hin...