Logo Sulselsatu

Legislator PKS Yeni Rahman Usul Pejabat Pemkot Wajib Tahu Baca Tulis Alquran

Asrul
Asrul

Selasa, 30 November 2021 21:23

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Yeni Rahman berharap para pejabat dilingkungan Pemerintah Kota yang beragama Islam juga diwajibkan tahu baca tulis alquran.

Politisi PKS itu mengatakan jangan hanya anak-anak yang diwajibkan, tetapi juga bagi para ASN dan pejabat Pemkot Makassar yang ingin mengajukan kenaikan pangkat, atau ingin menjabat pada jabatan tertentu.

“Pejabat atau ASN yang muslim saya kira wajib tahu baca tulis alquran, jadi ini persoalan moral dulu, hubungan dia pribadi dengan tuhannya harus baik,” kata Yeni dalam acara Sosialisasi Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran di Royal Bay Hotel, Selasa (30/11/2021) malam.

Baca Juga : DPD PKS Makassar Susun Strategi Pemenangan Lewat Rakerda

“Jadi memang penting bagi seluruh masyarakat Kota Makassar terutama bagi pejabat di Pemkot untuk mengetahui baca tulis alquran. Karena kalau moralnya bagus maka ke depannya dalam menjalankan amanah akan lebih terjaga,” sambung Yeni.

Legislator Makassar dua periode itu juga menyoroti soal penerapan Perda tersebut, menurutnya masih belum maksimal diterapkan, bahkan stakholder terkait tidak pernah duduk satu meja dalam mensukseskan Perda itu.

Baca Juga : Wali Kota Appi Ajak PKS Makassar Perkuat Kolaborasi Politik untuk Jawab Tantangan Kota

“Misalnya pembentukan kurikulum pendidikan, dalam Perda ini diminta untuk Dinas Pendidikan bersama Departemen Agama buat kurikulum pendidikan agama, tapi nyatanya sampai sekarang belum terealisasi,” tutur Yeni.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar Muh Syarif mengatakan pihaknya sangat serius mengawal Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran. Meski begitu, menurutnya juga dibutuhkan keseriusan warga dalam menaati aturan tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkot Makassar, para guru mengaji dan taman baca tulis Alquran terus ditingkatka dari tahun ke tahun, Syarif mengatakan tidak ada istilah digilir diberi insentif.

Baca Juga : DPRD Sulsel Soroti Lemahnya Pengawasan Dewas RSUD Milik Pemprov

“Agar kami Pemkot tidak terkesan bahwa tebang pilih. Kita tetap berupaya agar guru mengaji yang dapat tahun ini, bisa dapat lagi tahun depan. Tetapi, para guru mengaji kita tuntut agar bisa lebih kreatif lagi, misalnya dengan mengunjungi rumah santri, mereka diajar di rumahnya,” jelasnya.

Syarif menambahkan bahwa Perda ini akan masuk dalam daftar revisi, salah satu poin yang akan dimasukkan adalah tidak hanya sekadar tahu baca tulis alquran, tetapi juga diwajibkan untuk menghafal.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Februari 2026 14:07
Gandeng Puteri Indonesia Sulsel 2025, CitraCosmetic Sukses Gelar Beauty Class Eksklusif
SULSELSATU.com MAKASSAR – CitraCosmetic kembali memanjakan para pecinta kecantikan di Makassar melalui rangkaian event bertajuk “Key Launch...
Kesehatan02 Februari 2026 11:45
Hari Gizi Nasional 2026, Asmo Sulsel Edukasi Gizi Baik untuk Balita dan Ibu Hamil
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mendukung kesehatan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi Gizi Baik untuk Balita dan Ibu Hami...
Sulsel02 Februari 2026 11:23
PWI Kota Parepare Bekali Humas Pemerintah dan BUMN/BUMD Lewat Workshop Jurnalistik
SULSELSATU.com, PAREPARE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare menggelar Workshop Jurnalistik Kehumasan di Auditorium BJ Habibie, S...
News02 Februari 2026 11:20
Asmo Sulsel Tandai Peluncuran All New Honda Vario 125 dengan Vario Night Ride di Kendari
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon, menggela...