Logo Sulselsatu

Pelaku UMKM Makin Optimis Memasuki Kuartal II 2022

Asrul
Asrul

Kamis, 28 April 2022 11:51

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merilis hasil survei Aktivitas Bisnis UMKM pada Kuartal I-2022. Dalam survei tersebut mengindikasikan kegiatan usaha UMKM semakin membaik dibandingkan kuartal sebelumnya, tercermin dari Indeks Bisnis (IB) UMKM kuartal I-2022 yang naik dari level 104,1 ke level 104,6.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan kenaikan kegiatan usaha UMKM ditopang oleh sejumlah faktor kenaikan harga komoditas perkebunan/pertanian dan meningkatnya permintaan masyarakat dalam momentum bulan puasa dan lebaran.

Dilihat dari komponen penyusun IB UMKM, sebagian besar komponen penyusun IB UMKM kuartal I-2022 mencatatkan kenaikan terbatas. Hal ini terkait dengan eskalasi penularan Covid varian Omicron, tekanan kenaikan harga, dan kelangkaan beberapa barang yang menjadi input kegiatan usaha sebagian pelaku UMKM.

Baca Juga : KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun hingga Juni 2026, UMKM Terus Didorong Naik Kelas

Akibatnya volume produksi naik terbatas. Kenaikan tertinggi terjadi pada komponen rata-rata harga jual, yang didorong oleh naiknya harga komoditas global, pasokan produksi yang relatif terbatas, menguatnya permintaan menjelang puasa, dan aktivitas ekonomi domestik yang semakin pulih.

Persediaan barang menjadi meningkat sebagai langkah antisipasi UMKM menghadapi kenaikan permintaan pada bulan puasa dan lebaran. Investasi usaha juga meningkat sejalan dengan prospek perekonomian yang diperkirakan semakin pulih.

“Secara sektoral, hampir semua sektor Indeks Bisnis UMKM kuartal I tetap optimis (indeksnya bertahan di atas 100), namun sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya,” imbuh Supari.

Baca Juga : BRI Peduli Bangun PLTS di Bandung Barat, Terangi Desa dan Dorong Ekonomi Warga

Dalam survei tersebut juga menggambarkan bahwa pelaku UMKM memperkirakan usahanya semakin baik dan optimis memasuki Kuartal II 2022, hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis (IEB) UMKM yang berada di level 131,3.

“Optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor, yaitu: pandemi covid-19 yang diperkirakan akan semakin terkendali, puncak panen raya tanaman bahan makanan pada kuartal II-2022 dan harga komoditas yang tetap tinggi, serta meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan puasa dan Idul Fitri 2022,” tambah Supari.

Terkait kemampuan Pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas utamanya, mayoritas pelaku UMKM tetap yakin dan memberikan penilaian yang baik terhadap kinerja pemerintah, seperti tercermin pada indeks kepercayaan pelaku UMKM kepada pemerintah (IKP).

Baca Juga : BRI Sinjai Pastikan Dana Nasabah Aman Terkait Kasus Oknum Kepala Unit

IKP kuartal I-2022 bertahan diatas level 100, namun mengalami penurunan menjadi 128,9 dari kuartal sebelumnya sebesar 139,7. Penurunan IKP ini terutama dipicu oleh menurunnya penilaian pelaku UMKM terhadap kemampuan pemerintah menstabilkan harga barang dan jasa.

Kelangkaan dan kenaikan harga beberapa barang berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha sebagian pelaku UMKM dan sekaligus meningkatkan beban ekonomi rumah tangganya.

Hasil survei kuartal I-2022 juga menunjukkan bahwa kelangkaan dan kenaikan harga sangat dirasakan oleh pelaku UMKM. Sebagai gambaran, terdapat 42,7% pelaku UMKM pada sektor industri pengolahan, perdagangan dan restoran/warung yang menggunakan minyak goreng sebagai bahan baku/penolong untuk kegiatan produksi atau sebagai barang dagangan untuk berjualan, serta 36,2% menggunakan tepung terigu, dan 37,9% menggunakan bahan bakar gas.

Baca Juga : BRI Perkuat Kesetaraan Gender Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan UMKM Perempuan

Untuk komoditas minyak goreng, 73,7% UMKM merasakan kelangkaan dan 97,1% merasakan kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan harga yang tinggi juga terjadi pada kedelai, jagung, tepung terigu, dan bahan bakar gas, walaupun tidak setinggi harga minyak goreng.

Ketika dihadapkan pada pilihan barang tersedia tapi mahal atau barang langka tapi murah mayoritas pelaku UMKM memilih barang mudah didapat, walaupun harganya mahal. Karena dengan tersedianya barang tersebut, pelaku UMKM tetap bisa menjalankan usahanya.

“Dengan optimisme pelaku UMKM memasuki kuartal II 2022, BRI semakin optimis mampu mengejar pertumbuhan kredit 9%-11% di tahun ini, dengan tetap menjaga sustainability kinerja,” pungkas Supari.

Baca Juga : Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025

Informasi tentang Survei Indeks Bisnis UMKM BRI

Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM memiliki sampel lebih dari 7.000 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified systematic random sampling, sehingga dapat merepresentasikan sektor usaha, propinsi dan skala usaha.

Survei ini dilakukan oleh BRI Research Institute pada tanggal 31 Maret – 16 April 2022. Wawancara dilakukan melalui telepon dengan pengawasan mutu yang ketat sehingga data yang terkumpul valid dan reliable.

Informasi yang dikumpulkan dalam survei ini adalah persepsi pelaku usaha UMKM terhadap perkembangan dan prospek perekonomian secara umum, sektor usaha responden serta perkembangan dan proyeksi kinerja usaha responden.

Informasi ini digunakan untuk menyusun Indeks Bisnis (IB), Indeks Sentimen Bisnis (ISB), dan Indeks Kepercayaan Pelaku (IKP) usaha UMKM kepada pemerintah. Indeks-indeks ini melengkapi indeks serupa yang disusun oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik dimana survei-nya dilakukan terhadap pelaku usaha kategori menengah dan besar.

Disamping itu juga dikumpulkan informasi mengenai kondisi usaha responden untuk keperluan monitoring dan sekaligus menjadi Early Warning System (EWS) terhadap keberlangsungan usaha nasabah UMKM.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....