Logo Sulselsatu

Mendag Dorong Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-AS Untuk Pemberdayaan UMKM

Asrul
Asrul

Jumat, 13 Mei 2022 15:31

Mendag Dorong Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-AS Untuk Pemberdayaan UMKM

SULSELSATU.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan elemen ekonomi digital menjadi isu sangat signifikan dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan.

Namun, platform lintas batas ini memiliki tantangan tersendiri yang dapat memberikan tekanan cukup kuat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam rilis yang diterima dari Kementerian Perdagangan, Jumat (13/5/2022), Mendag Lutfi menjelaskan tantangan tersebut mengingat dinamika perdagangan internasional yang kontraproduktif dengan pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga : Mendag Lutfi Sebut Waktunya Manfaatkan dan Tingkatkan Relevansi ASEAN

Misalnya, pandemi Covid-19, distorsi terhadap rantai pasok global dan regional, eskalasi konflik Rusia dan Ukraina, hingga melemahnya kepercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral.

Persoalan mendasar tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (11/5/2022).

Kerja sama ekonomi digital ASEAN-Amerika Serikat menjadi salah satu isu penting yang dibicarakan dalam kerangka pembahasan isu ekonomi bilateral, regional, dan multilateral.

Baca Juga : Muh Lutfi Bahas Pengembangan Ekonomi Kawasan di Forum AEM Special Meeting

Pertemuan dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat pada Rabu (11/5/2022) hingga hari ini, Jumat (13/5/2022).

“Untuk itu, perlu kerja sama seluruh negara dalam menghentikan upaya-upaya kapitalisme modern yang saat ini berkembang di platform digital,” tegas Mendag Lutfi.

Pada pertemuan tersebut, Mendag Lutfi juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pertemuan Khusus ASEAN Economic Ministers (AEM) pada 18 Mei 2022 di Bali.

Baca Juga : Menteri Ekonomi ASEAN Bertemu di Bali, Ternyata Diinisiasi Mendag RI

Sementera Duta Besar Katherine Tai menyampaikan, program Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh cukup signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, agenda Pemerintah Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik adalah melalui perwujudan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang memiliki fleksibilitas dan terdiri atas empat pilar utama yang saling terkait. Keempat pilar tersebut yaitu Fair and Resilient Trade, Supply Chain Resilience, Infrastructure, Clean Energy dan Decarbonization; dan Tax and Anti-Corruption.

Lebih lanjut, Duta Besar Katherine Tai menitikberatkan penjelasan IPEF pada pilar Fair and Resilient Trade yang mencakup penyusunan prinsip-prinsip, aturan, standar, kolaborasi terkait ekonomi
digital yang dewasa ini menimbulkan tantangan serta oportunitas tersendiri.

Baca Juga : Menteri Ekonomi ASEAN Bertemu di Bali, Ternyata Diinisiasi Mendag RI

Duta Besar Katherine Tai menegaskan, Pemerintah AS berupaya membangun suatu keterikatan yang didukung oleh sektor bisnis di kawasan melalui pembangunan ekonomi yang semakin tangguh, berkelanjutan, memberikan lebih banyak insentif bagi dunia usaha, dan meningkatkan inklusifitas namun bukan sesuatu yang dipandang sebagai kebijakan anti Tiongkok.

“IPEF bukan kerangka kerja sama perdagangan tradisional dan memerlukan keterikatan yang lebih erat dalam menciptakan inovasi kerja sama perdagangan baru dengan negara atau ekonomi baru. Amerika Serikat sangat terbuka dalam mengembangkan sesuatu yang inovatif dan berbeda yang mungkin akan memiliki elemen-elemen perjanjian perdagangan sebagai platform untuk melanjutkan kolaborasi,” jelas Duta Besar Katherine Tai.

Pada pertemuan dibahas juga beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Amerika Serikat.

Baca Juga : Menteri Ekonomi ASEAN Bertemu di Bali, Ternyata Diinisiasi Mendag RI

Isu tersebut di antaranya tentang rokok keretek, WTO, dan beberapa isu bilateral seperti Generalized System of Preferences (GSP), Intellectual Property Right (IPR), serta komitmen dalam kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat.

Pada pertemuan, kedua perwakilan akan mengupayakan pertemuan bilateral lanjutan di sela Pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade APEC-MRT atau Pertemuan the Twelfth WTO Ministerial Conference (MC-12) mendatang.

 Komentar

 Terbaru

Sulsel20 Mei 2022 22:12
Kinerja Pemkab Barru Kelola Keuangan Raih 8 Kali WTP
SULSELSATU.com, BARRU – Kinerja Pemkab Barru dalam mengelola keuangan menuai hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan Opini atas...
Sulsel20 Mei 2022 21:32
Gubernur Sulsel Harap Produktivitas Masyarakat Meningkat Pasca Rehab DI Cenrana
SULSELSATU.com, WAJO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali melanjutkan penanganan pada Daerah Irigasi Cenrana di Kabupaten Wajo untuk t...
Video20 Mei 2022 21:28
VIDEO: Bikin Heboh, Fans NCT Dream Berlarian Kejar Idolanya
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan ribuan fans NCT Dream berlarian mengejar idolannya. Aksi fans NCT Dream di bandara Soekarno-Hatta v...
OPD20 Mei 2022 21:21
Dispora Sulsel Usulkan Bonus untuk Atlet Sulsel Peraih Medali di Sea Games Vietnam
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, mengusulkan untuk memberi ...