SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan yang berkelanjutan menjadi misi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).
Salah satu yang dilakukan PT Vale adalah dengan menfasilitasi pemancangan tiang pertama tambatan perahu Wisata Laa Waa River Park, di desa Matano, Sabtu (28/5/2022) kemarin.
Wisata Laa Waa River Park, Desa Matano, Kabupaten Luwu Timur diharapkan sebagai salah satu destinasi wisata yang mampu menjadi sumber ekonomi baru masyarakat di Luwu Timur. Sektor ini tentu menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, selain sektor tambang.
Baca Juga : 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Andi Tabacina mengatakan, Desa Matano masuk dalam 50 besar dari 3.000 yang ikut dalam penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kata dia, Luwu Timur merupakan daerah terbanyak destinasi wisatanya yang mendaftarkan potensi wisatanya dalam penilaian ADWI, yaitu sebanyak 61 desa.
“Di sini banyak sekali potensi-potensi yang pak desa dan masyarakat harus tahu, bahwa kita memang layak 50 besar. Potensi kita bukan untuk kita diamkan, tetapi untuk kita kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi.
Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
Selain itu, ungkap Andi Tabacina, Danau Matano adalah danau terdalam di Asia Tenggara yang usianya jutaan tahun dan terdalam ke-8 di dunia. Hal ini menjadi salah satu daya tarik yang bisa memikat wisatawan.
Kepala Desa Matano, Jumahir menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan PT Vale untuk destinasi wisata di desanya.
“Terimakasih atas bantuan PT Vale, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Setelah sekian lama pemancangan tiang perdana tambatan perahu akhirnya dapat kami lakukan,” ujarnya.
Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale Indonesia Tbk, Ardian Indra Putra menuturkan, jika ada masanya pertambangan sudah tidak bisa lagi digantungkan, maka sektor pertanian dan pariwisata bisa menjadi tumpuan penghidupan yang berkelanjutan.
“Melalui program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), ini sebagai bentuk ikhtiar kita untuk mulai menghadirkan alternatif sektor unggulan Luwu Timur yang sesuai dengan potensi alam tersedia. Sektor pariwisata bisa menjadi salah satu yang kita harapkan,” tuturnya.
Ardian juga mengungkapkan, dukungan program untuk wisata Desa Matano ini telah melewati beberapa tahapan hingga akhirnya terealisasikan.
Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton
“Melalui inisiatif ini bukan hanya PT Vale yang akan berkontribusi, tapi saya yakin masyarakat juga punya inisiatif dan untuk kita sinergikan bersama, sehingga dampaknya bisa dirasakan bersama,” imbuhnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar