Logo Sulselsatu

FPMP Sulsel Tidak Sepakat Jika Wanita Pemilik 7 Janin Menjadi Korban

Andi
Andi

Minggu, 12 Juni 2022 20:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com – Kasus wanita penyimpan 7 janin bayi di dalam kos-kosan masih terus berlanjut, saat ini polisi masih belum bisa menetapkan wanita itu sebagai korban, sebab penyidik belum menemukan NM (29) dipaksa untuk menggugurkan janinnya.

“Kami belum mau berperspektif seperti itu dan kami belum mau berpendapat seperti itu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal.

Reanald memandang dari kasus aborsi ini tidak bisa menyalakan satu pihak dan membenarkan satu pihak, sebab dua-duanya sama-sama mau.

“Karena ini hasil kesimpulan sementara hasil mau sama mau ya. Tidak ada paksaan dan tidak ada ancaman dari salah satu pihak,” sambung AKBP Reonald Truly.

Saat ini kedua sejoli masi di introgasi oleh Psikiater, sehingga polisi sendiri masih menunggu hasil pemeriksaan tesebut.

“Cuma nanti kita lihat sapa tau masih ada ditutup-tutupi para pelaku, kemungkinan pelaku belum terbuka, dan lebih terbuka kepada psikiater kan gitu,” imbuhnya.

Sebelumnya Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel Ita Karen menganggap bahwa NM adalah korban.

“Yang awalnya hanyalah korban, akhirnya akan menjadi pelaku karena ketidaksadarannya melakukan aborsi,” kata Ita kepada detikSulsel, Sabtu (11/6).

Ita menilai ini merupakan kesalahan SM (30) yang selalu berjanji untuk menikahinya, akan tetapi NA harus membunuh janinnya terlabih dulu.

“Perempuan ini tidak memiliki kekuatan sehingga hanya percaya setiap kali dijanjikan akan dinikahkan pascamelakukan aborsi,” ujarnya.

NA pun mempercayai SM untuk menikahinya, hingga NA menyimpan Janin-janinnya di kotak makan yang ia rencanakan akan menguburkan janin itu di kampungnya.

“Saking percayanya, janinnya tidak dikuburkan tapi disimpan untuk nanti dikuburkan di tanah kelahiran sang ibu dari janin,” ucapnya.

Ita berharap agar kepolisian melihat permasalahan ini dengan prespektif yang berbeda hingga tidak melihat NA menjadi pelaku.

“Harus (ditangani perspektif berbeda). Makanya penting bagi aparat kepolisian memiliki perspektif dalam penanganan kasus,” pesannya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Nanang Wijayanto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan05 November 2026 15:52
OJK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong mahasiswa menjadi agen literasi keuangan sekaligus penggerak ekonomi daerah....
Makassar05 November 2026 15:22
ASUS Hadirkan Rekomendasi Laptop Terbaik 2026 di Makassar, Perkuat Standar No.1 Quality & Service
SULSELSATU.com, MAKASSAR – ASUS memperkenalkan berbagai pilihan laptop unggulan 2026 sekaligus memperkuat komitmen terhadap kualitas produk dan ...
Kesehatan05 November 2026 15:20
370 Anak di Gowa Terima Bantuan Susu dari Kementerian PPPA
Sebanyak 370 anak di Kabupaten Gowa menerima bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI untuk mendukung peme...
Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...