Logo Sulselsatu

Kasus PMK di Kampung Mentan SYL Makin Tinggi, DPRD Sulsel Minta Keseriusan Pemerintah

Asrul
Asrul

Senin, 18 Juli 2022 15:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPRD Sulawesi Selatan melalui Komisi B menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Perhubungan Sulsel, Senin (18/7/2022).

RDP tersebut digelar menyikapi persoalan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Sulsel yang mengalami peningkatan kasus per 17 Juli 2022 sudah menyentuh angka 520 kasus.

Anggota Komisi B Hengky Yasin menyebut Dinas Peternakan kebobolan dengan merebaknya kasus PMK ini. Pasalnya, pada tanggal 28 Juni lalu saat menggelar rapat pertama, Dinas Peternakan menegaskan belum ada ditemukan PMK.

Baca Juga : Vaksinasi PMK di Sulsel Baru Capai 3 Persen, Target Rampung Sebelum Ramadan

“Padahal tanggal 28 Juni sudah ada di Kabupaten Tana Toraja. Jadi bisa dikatakan Dinas Peternakan kebobolan,” ujar Hengky.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Sulawesi Selatan, perkembangan PMK per-17 Juli 2022 telah mencapai 520 kasus di 9 kabupaten/kota di daerah ini. Yaitu Kabupaten Tana Toraja 39, Toraja Utara 109, Bone 84, Kota Makassar 10, Gowa 5, Jeneponto 232, Bantaeng 15, Takalar 13, dan Enrekang 1 kasus.

Lanjut Hengky, merujuk data itu, ia meminta Dinas Peternakan Sulawesi Selatan mengambil langkah serius agar kasus PMK tidak merebak ke daerah lainnya.

Baca Juga : Kampung Mentan SYL Kebobolan, Ratusan Hewan Terjangkit PMK

“Harus ada langkah starategis dan meminta Satgas yang telah dibentuk untuk mentracking ternak di Sulawesi Selatan, juga melakukan sosialisasi dalam memberikan edukasi ke masyarakat terkait PMK ini,” ucap politisi dari PKB ini.

Anggota Komisi B lainnya, Syamsuddin Karlos meminta agar Dinas Peternakan untuk menyiapkan anggaran dalam memberikan support ke daerah-daerah terdampak kasus PMK.

“Tentu dukungan anggaran itu dibutuhkan, kami pada prinsipnya di DPRD akan memberikan support agar kasus PMK ini tidak bertambah. Rp10 sampai 15 miliar saya pikir APBD kita masih mampu untuk itu,” ujar Karlos.

Sedangkan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nurlina Saking mengatakan, pihaknya sudah melakukan lockdown bagi hewan yang akan masuk di Sulawesi Selatan.

“Kami sudah melakukan lockdown,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melkukan alokasi vaksin. Yaitu di Kabupaten Toraja 1.500, Toraja Utara 2.000, Bone 2.000, Kota Makassar 500, Gowa 500, Jeneponto 2.000, Bantaeng 500, Luwu 500, Takalar 500, dan Unhas 500. Hingga saat ini tersisa 3.500.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...