Logo Sulselsatu

Tahun 2025, Transaksi Pajak dan Retribusi di Sulsel Cashless Payment

Asrul
Asrul

Senin, 07 November 2022 20:51

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar capacity building penggunaan Qris dan virtual account (VA) beberapa waktu lalu.

Pesertanya adalah kasir dan bendahara penerima lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel. Mereka dilatih tata cara penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) dan VA.

QRIS adalah standarisasi pembayaran nontunai menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia. Ini dimaksudkan agar proses transaksi di samsat menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.

Baca Juga : Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Implementasi Sistem Opsen Pajak Kendaraan

Kegiatan ini dibuka Kepala Bapenda Sulsel diwakili Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Darmayani Mansur. Kegiatan digelar untuk meningkatkan kompetensi petugas penerima pajak dan retribusi daerah sebagai ujung tombak dalam penerimaan pajak dan retribusi di Provinsi Sulsel.

Ditambahkan, pembayaran pajak dan retribusi melalui Qris dan VA tidak hanya untuk memberikan kemudahan dalam proses transaksi namun dapat meningkatkan kredibilitas pemerintah daerah karena transaksi nontunai akan meningkatkan transaksi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Penerimaan PAD melalui transaksi nontunai saat ini sudah lebih besar dibandingkan transaksi tunai. Namun untuk penerimaan retribusi daerah penerimaan secara tunai masih mendominasi,” ujar Yani.

Baca Juga : Tahun 2025, Beli Kendaraan Baru Tidak Boleh Ada Tunggakan Pajak Kendaraan Lama

Hal ini dinilai dapat mengurangi nilai akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dan juga akan mempengaruhi nilai Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Provinsi Sulsel.

Karenanya, Gubernur Sulsel telah mengeluarkan keputusan nomor 835/III/ tahun 2022 tentang Peta Jalan Implementasi ETPD Provinsi Sulsel tahun 2022-2025. Dalam keputusan itu disebutkan bahwa pembayaran pajak dan retribusi daerah di Pemrov Sulsel sepenuhnya menggunakan sistem nontunai pada tahun 2025.

Untuk merealisasikan cashless payment tahun 2025, lanjut Kabid PAD, diperlukan komitmen semua OPD di Sulsel dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sejak dini khususnya bendahara penerima dan kasir agar menguasai sistem transaksi nontunai menggunakan semua kanal pembayaran yang disiapkan Pemprov Sulsel dan Bank Sulselbar.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Raih Dua Penghargaan TP2DD Terbaik di Indonesia

Ia juga berharap Bank Sulselbar menyiapkan perangkat pembayaran nontunai kepada masyarakat seperti Qris dan electronic data capture (EDC) di loket pembayaran samsat, rumah sakit, dan loket pembayaran PAD strategis di Sulsel yang bisa menerima pembayaran semua bank, bukan hanya dari Bank Sulselbar.

Dalam kegiatan yang digelar satu hari ini, peserta mendapatkan terkait pembayaran nontunai yakni Deputi Direktur KPwBI Provinsi Sulsel Edy Kristianto dan Manajer KPwBI Provinsi Sulsel.Berlianti Inayah Yasinta.

Peserta juga diajarkan tata cara serta penggunaan Qris dan VA oleh Staf Produk Digital Bank Sulselbar, Atikah Rahimah, dan ujicoba implementasi penggunaan Qris Dinamis oleh Armansyah Syaiful dari Bidang Teknologi dan Sistem Informasi Bapenda Sulsel.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....