SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program lorong yang diinisiasi Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sejak periode pertamanya kian berkembang.
Dahulu hanya sebatas Lorong Garden (Longgar) namun sekarang lebih ditingkatkan menjadi Lorong Wisata atau sering disebut Longwis. Diisi oleh kuliner UMKM hingga pemenuhan pangan dengan 7 komoditi lengkap di dalamnya.
Longwis ini bukan hanya sekedar slogan atau kata-kata semata. Longwis ini memberikan banyak harapan hidup buat masyarakat sekitarnya.
Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, FK Unhas Gelar Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Anak Gratis
Contohnya saja, salah satu kuliner yang ada di Longwis Sydney, Kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakkukang. Terdapat Kafe Terapung yang menjual berbagai makanan.
Kehadiran Kafe Terapung membuat Basri Hendra yang beralamat di Jalan BTN Citra Tello Permai RW 11 RT 6 Kelurahan Tello Baru merasa bersyukur.
Pasalnya, dia yang awalnya tak memiliki pekerjaan, akhirnya bisa bekerja setelah ada Kafe Terapung Longwis Sydney. Ia kini bekerja sebagai tukang bakar ikan nila.
Baca Juga : Makassar Siap Jadi Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, Hadirkan 200 Booth Wastra dan Kriya
“Saya merasa sangat bersyukur akhirnya saya dan teman-teman saya bisa bekerja di sini. Walaupun di dalam lorong tapi kami bangga karena lumayan banyak pengunjung,” ucapnya
Basri mengaku dengan adanya rumah makan dan Kafe Terapung Longwis Sydney sangat membantu dalam memenuhi kehidupan sehari-seharinya.
Katanya, di Kafe Terapung Longwis Sydney ini kebanyakan pengunjung memesan ikan nila bakar. Namun, pengunjung punya banyak pilihan bisa digoreng atau dimasak kuning.
Baca Juga : 200 Golfer Ikut Turnamen Padivalley Golf Club, Perebutkan Hadiah Rumah dan Mobil MG
Ia berharap destinasi kuliner di Longwis semakin baik kedepannya agar pengunjung bisa lebih banyak dari biasanya.
Longwis ini dihadirkan di tengah-tengah masyarakat untuk menciptakan kemandirian masyarakat secara ekonomi dimulai dari dalam lorong.
Terbukti secara angka Kota Makassar mampu mengendalikan inflasi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Makassar per oktober 2022 mengalami deflasi 0,11 persen atau inflasi -0,11 persen.
Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Bantu Penyintas Kebakaran di Makassar Lewat Voucher Belanja
Dengan angka nyata tersebut, inflasi Kota Makassar mengalami penurunan dari 4,8 persen pada periode sebelumnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar