Logo Sulselsatu

Jadi Perhatian Jokowi, Danny Klaim Stok dan Harga Pangan di Makassar Aman

Hendra
Hendra

Selasa, 17 Januari 2023 19:46

Danny bersama Forkopimda Makassar hadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Bogor. (Foto: Ist)
Danny bersama Forkopimda Makassar hadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Bogor. (Foto: Ist)

SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Forkopimda menghadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkompimda di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa (17/1/2023).

Rakornas Kepala Daerah dan Forkompimda bertajuk ‘Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’ ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, ada empat hal yang sangat penting untuk dijadikan perhatian bagi seluruh kepala daerah dan instansi terkait.

Baca Juga : Gubernur Quirino Filipina Ingin Adopsi Konsep Sentuh Hati Danny Pomanto

Pertama, pengendalian inflasi di tengah prediksi sepertiga negara di dunia bakal mengalami resesi atau sekitar 70 negara terdampak.

Meskipun inflasi nasional masih berada pada posisi stabil yakni 5,5 persen namun, ia menyebutkan pada 2023 Indonesia masih bisa mengalami ujian ekonomi.

Hal itu membuat Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah agar turun untuk mengecek langsung kestabilan harga barang dan jasa di lapangan.

Baca Juga : Kominfo Makassar Pastikan Pemerataan Jaringan dengan Monitoring Wilayah Kepulauan Sangkarrang

Ke dua, kemiskinan ekstrem yang angkanya masih berada di 2 persen. Bahkan, Jokowi menyebutkan ada 14 provinsi di Indonesia memiliki angka kemiskinan ekstrem di atas angka nasional.

Karenanya, Jokowi dengan tegas meminta kerja sama seluruh kepala daerah untuk menekan angka tersebut.

Ia menargetkan angka kemiskinan ekstrem berada pada zero persen di tahun 2024 mendatang.

Baca Juga : Danny Pomanto Usul Intensif RT/RW Jadi Rp2 Juta Per Bulan

Ke tiga, Jokowi juga konsen terhadap kasus stunting. Ia berharap pada bonus demografi di tahun 2025, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia memiliki kesiapan baik dari segi produktivitas dan kreativitas.

Ia meminta seluruh instansi terkait, seperti Posyandu, Puskesmas, Dinas Kesehatan untuk serius dan jangan bosan memberikan edukasi utamanya pada ibu hamil. Karena, 23 persen penyumbang angka stunting ada pada ibu hamil yang tidak terpenuhi gizinya selama mengandung.

Ke empat, Jokowi juga mengingatkan masalah investasi yang masih jadi rebutan di setiap negara. Olehnya itu, ia menegaskan untuk memperhatikan masalah administrasi tata ruang yang masih menjadi pokok permasalahan.

Baca Juga : Fokus Tingkatkan Tata Kelola Manajemen Risiko, PJ Sekda Terima Kunjungan Asitensi BPKP Sulsel

“Semua kepala daerah harus punya strategi dan kebijakan yang dibuat setelah benar-benar meninjau kondisi di lapangan. Di tahun 2023 ini kita harus hati-hati. Meskipun begitu, saya berterima kasih atas kerjasamanya dan kerja keras kita mulai dari pandemi Covid-19 yang berhasil kita lalui,” ucapnya.

Menanggapi arahan Presiden tersebut, Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengungkapkan memiliki sejumlah strategi untuk tetap menstabilkan inflasi dan masalah lainnya.

Salah satunya dengan membuka pasar murah dengan memanfaatkan kontainer-kontainer yang dibangunnya sejak Covid- 19 lalu sebagai tempat gelaran pasar murah.

Baca Juga : Pemkot Makassar Peringati Harkitnas ke-116, Suarakan Bangkit Untuk Indonesia Emas

“Semua posko kontainer akan kami gelar jadikan tempat pasar murah. Kita juga diminta presiden untuk selalu mengecek stok pangan dan harga cabai, beras, tomat. Alhamdulillah stok kita sangat aman berkat kemandirian masyarakat kita lewat Lorong Wisata,” ungkapnya.

Kata Danny, ini salah satu langkah yang diinisiasi dan direalisasikan sejak periode pertamanya dan terus disempurnakan hingga saat ini.

Memandirikan masyarakat lewat Lorong Wisata dengan menanam berbagai macam komoditi seperti cabai, padi, tomat, bawang-bawangan menjadi salah satu hal yang menunjang perputaran dan kestabilan ekonomi di Kota Makassar.

Sementara untuk persoalan stunting sendiri, Danny mengatakan angka stunting di Kota Makassar berangsur-angsur menurun.

Data yang diterima dari Dinas Kesehatan Makassar menunjukkan pada tahun 2020 sebesar 10 persen turun 1 persen menjadi 9 persen pada 2021, dan pada 2022 tinggal 5 persen.

“Kita targetkan 0 persen di tahun 2024. Saya imbau untuk memperhatikan gizi dan kesehatan anak 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Apalagi kita sudah bentuk Tim Pokja Percepatan Penurunan AKI dan AKB yang berkaitan langsung dengan stunting. Ini komitmen pemerintah dan tugas kita bersama,” tuturnya.

Ia berharap langkah-langkah strategis ini bisa menjadi suatu solusi untuk tetap memajukan perekonomian di Kota Makassar dan memandirikan masyarakat dengan melahirkan pelaku usaha atau start up baru yang memiliki produkitivitas serta kreativitas berdaya saing.

(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Mei 2024 13:38
Gubernur Quirino Filipina Ingin Adopsi Konsep Sentuh Hati Danny Pomanto
Gubernur Provinsi Quirino Filipina Dakila Carlo E Cua mengaku tertarik dengan program Touching Heart Protokol Pemkot Makassar yang diinisiasi Wali Kot...
Pendidikan23 Mei 2024 13:26
UNM Gelar Tes Wawancara Calon Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar tes wawancara gelombang 1 penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, ...
Makassar23 Mei 2024 12:32
Diikuti 400 Peserta, KBA SMPN 5 Makassar Kembali Sukses Gelar Turnamen Bulutangkis CUP II
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Keluarga Besar Alumni (KBA) SMPN 5 Makassar kembali menggelar Turnamen KBA Esempe Lima Makassar CUP II (Turnamen Bulu...
OPD23 Mei 2024 09:53
Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Tinjau Lokasi Program RISE
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar melakukan peninjauan lapangan terkait Program RISE di beberapa lokasi, Rabu ...