Logo Sulselsatu

Perbankan Sulsel Tutup 2022 dengan Capaian Positif, Aset Tumbuh 6,19 Persen Posisi Desember

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 28 Januari 2023 10:36

Kepala OJK Regional 6 Sulampua (dokumen: istimewa)
Kepala OJK Regional 6 Sulampua (dokumen: istimewa)

SULSELSATU.com, MAKASSARPerbankan di Sulawesi Selatan (SULSEL) posisi Desember 2022 tumbuh positif. Kinerja ini ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

Industri perbankan masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi. Total aset perbankan Sulsel posisi Desember 2022 tumbuh 6,19 persen dari tahun sebelumnya (yoy). Nominalnya mencapai Rp174,54 triliun.

Total aset perbankan terdiri dari bank umum Rp171,37 triliun dan aset BPR Rp3,16 triliun. Jika d lihat dari kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp161,83 triliun dan aset perbankan syariah Rp12,71 triliun.

Baca Juga : OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan

Kepala OJK Regional 6 Sulampua Darwisman mengatakan kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR)
119,08 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,51 persen.

“Industri perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan aset perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan tinggi yakni 9,58 persen yoy dengan nominal Rp12,71 triliun dan pertumbuhan pembiayaan syariah mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 16,59 persen yoy menjadi Rp10,47 triliun,” katanya dalam siaran resmi, Jumat, (27/1/2023).

Lanjut Darwisman, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit konvensional yang tumbuh sebesar 6,94 persen yoy. Penghimpunan DPK perbankan syariah mencatat pertumbuhan 7,09 persen yoy dengan nominal Rp8,60 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 2,02 persen dengan nominal Rp108,40 triliun.

Baca Juga : OJK Perkuat Ketahanan Industri Keuangan Digital Nasional Hadapi Ancaman Siber

Sementara itu, pertumbuhan kredit bank tumbuh lebih tinggi dibandingkan penghimpunan DPK. Penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 7,56 persen menjadi Rp139,29 triliun, terdiri dari kredit produktif Rp75,78 triliun dan kredit konsumsi Rp63,51 triliun.

“Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit dengan share tertinggi yakni sektor perdagangan 26,09 persen, sektor petanian, perburuan dan kehutanan 7,84 persen, dan industri pengolahan 4,42 persen,” rincinya.

Jika dilihat pada sektor bukan lapangan usaha, kredit untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dan untuk pemilikan rumah tinggal tumbuh masing-masing 4,32 persen dan 4,93 persen dengan share masing-masing 18,58 persen dan 14,13 persen.

Baca Juga : Kuartal I Pertama 2026, Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal

Adapun penghimpunan DPK tumbuh 2,37 persen dengan nominal Rp116,99 triliun, terdiri dari giro Rp17,79 triliun, tabungan Rp72,44 triliun, dan deposito Rp26,76 triliun.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...