SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) membutuhkan tambahan anggaran Rp60 juta untuk kebutuhan biaya pelatihan paskibraka.
Hal itu disampaikan Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan, Muhammad Firda pada rapat kerja dengan DPRD Sulsel, Senin (3/4/2023).
Selain biaya pelatihan paskibraka, Firda pun menyampaikan keluhannya di hadapan anggota Komisi A bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan.
Baca Juga : DPRD Sulsel Dorong Kontribusi PT Vale Diperjelas Lewat Perda
Saat menghadiri rapat kerja dalam rangka pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Sulsel akhir tahun anggaran 2022.
Yaitu biaya kajian akademik tentang bantuan dana parpol yang disesuaikan perolehan suara sah.
“Untuk biaya pelatihan paskibraka kami butuhkan Rp 60 juta,” ujar Firda.
Baca Juga : Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
Sedangkan untuk biaya kajian akademik, pihaknya membutuhkan anggaran Rp100 juta.
Lanjut Firda menyampaikan, sejak Paskibraka ditangani oleh Kesbangpol. Anggarannya makin berkurang. Yaitu Rp600 juta. Justru pada saat ditangani Dispora anggarannya sebesar Rp 1,4 miliar.
Padahal, ke depan ada wacana Paskibraka akan dibentuk hingga ke tingkat kecamatan. Nah hal itu tentu membutuhkan biaya.
Baca Juga : Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
“Paskibraka idelnya pelatihan 15 hari. Sedangkan anggaran hanya mengakomodasi selama sembilan hari. Makanya kami butuh tambahan selama enam hari termasuk biayanya Rp60 juta,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi A bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan, Arfandy Idris akan membahas lebih lanjut dengan Kesbangpol.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar