Logo Sulselsatu

Sungai Tallo Tercemar Parah Membuat Warga Alergi Gatal, Pemkot Pastikan Pelaku Disanksi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 16 Mei 2023 22:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSARDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mendapati bau dan pencemaran sepanjang Sungai Tallo dan Sungai Parangloe.

Kesimpulan tersebut ditarik dari ivestigasi yang telah dilakukan. Apalagi, adanya laporan masyarakat bahwa mereka terkena dampak dari pecemaran tersebut.

Kepala DLH Makassar Ferdy Mochtar menerangkan temuan tersebut bisa dirasakan seperti adanya bau yang menyengat sepanjang aliran sungai. “Sungai itu baunya sangat menyengat, tidak seperti sungai lainnya,” jelas Ferdy.

Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, FK Unhas Gelar Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Anak Gratis

Investigasi DLH Makassar juga mendapatkan fakta lain bahwa masyarakat yang menyentuh air tersebut juga terkena alergi gatal-gatal.

“Sekarang timku sudah turun ke lapangan untuk pengambilan sampel terintegrasi,” jelas Ferdy.

DLH Kota Makassar membangun komunikasi dengan masyarakat terkait kondisi sungai. DLH tidak hanya melihat pada satu sisi saja, juga melihat perilaku dari masyarakat sepanjang sungai.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, Hadirkan 200 Booth Wastra dan Kriya

Lebih jauh Ferdy menjelaskan, pihak yang terbukti melakukan pencemaran akan diberikan ganjaran yang berat.

Demi mendapatkan penyebab pencemaran sungai, DLH Kota Makassar akan masuk ke sejumlah perusahaan industri yang berada sepanjang sungai.

Nantinya akan diteliti bagaimana sistem daur ulang limbahnya serta tahapan-tahan SOP dalam pengelolaannya.

Baca Juga : 200 Golfer Ikut Turnamen Padivalley Golf Club, Perebutkan Hadiah Rumah dan Mobil MG

“Kita butuh hasil uji otentik secara ilmiah dan secara kimia. Itu harus pengujian lab,” jelas Ferdy.

Selain bau yang menyengat, terdapat juga pemyempitan dan sumbatan akibat sedimen. Tidak hanya itu, limbah domestik juga masuk ke rumah-rumah warga.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto beberapa waktu lalu menegaskan akan melakukan tindakan tegas bagi perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Bantu Penyintas Kebakaran di Makassar Lewat Voucher Belanja

“Harus ada upaya hukum, ada tindakan hukum. Tidak ada toleransi bagi perusahaan yang mencemari lingkungan. Makanya betul-betul dilakukan investigasi secara menyeluruh,” jelas Danny Pomanto sapaan akrabnya.

Dari hasil verifikasi lapangan beberapa perusahaan sepanjang aliran sungai yang telah teridentifikasi yaitu PT KTC, PT Makassar Tene, PT Bungasari Flour Mills, PT FKS Multi Agro, Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia (RPHU).

Pencemaran kawasan aliran sungai Tallo telah menarik perhatian Wali Kota Makassar. Perusahaan harus mengganti rugi seluruh tambak ikan milik nelayan yang rusak akibat aktifitas mereka.

Baca Juga : 1.000 Pelaku UMKM Hadiri BEST 1 Makassar, Fokus Bangun Bisnis Berbasis Data

Danny Pomanto menilai perkara dugaan pencemaran ini merupakan masalah serius, jika terbukti, pelaku harus diganjar dengan berat. “Ini pidana, bisa ditangkap, pencemaran bisa ditangkap,” jelas Danny.

Danny bakal akan mengerahkan tim Pakandatto untuk menyelidiki hal ini. Danny juga meminta masyarakat luas bertindak sebagai pengawas sekitar.

“Kalau ada seperti itu langsung laporkan, supaya bisa langsung diukur,” tandas Danny.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional11 Agustus 2026 17:57
Telkom dan Pemerintah Siapkan Indonesia Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum
Pemerintah memperkuat langkah menghadapi potensi ancaman keamanan siber yang muncul seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum....
News11 Agustus 2026 17:15
Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI
Pelaku UMKM perempuan di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mulai dibekali kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperk...
Berita Utama11 Agustus 2026 17:02
BI Sulsel Musnahkan 4.144 Lembar Rupiah Palsu
Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (BOTASUPAL) Sulawesi Selatan memusnahkan 4.144 lembar uang Rupiah palsu hasil ...
Opini11 Agustus 2026 16:42
OPINI: Ketika Yang Salah Bukan Murid, Melainkan Cara Kita Membacanya
Ada satu pertanyaan yang selalu saya bawa setiap kali memasuki sekolah. Mengapa ada murid yang datang terlambat? Mengapa ada yang memilih tidak masuk ...