SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berkolaborasi dengan Pemkab Luwu Timur (Lutim) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Kolaborasi KKN Tematik bukan pertama kalinya dilaksanakan, melainkan sudah memasuki angkatan ke-3 dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. KKN Tematik kali ini diikuti mahasiswa Unhas selama 44 hari di Luwu Timur.
Mahasiswa diajak menjajal salah satu fasilitas milik PT Vale, yakni Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Sorowako, Luwu Timur. Di tempat ini, mahasiswa melaksanakan tour singkat, kemudian dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) dan evaluasi dirangkaikan dengan pelepasan dan penutupan KKN Tematik gelombang 110.
Baca Juga : 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Kegiatan penutupan juga dihadiri oleh perwakilan Pemda Lutim Kepala Desa Tobarano, Dosen Pendamping KKN (DPK) Syarifuddin M Parenreng, Director External Relations Endra Kusuma dan Senior Manager Social Development Program PT Vale Ardian Indra Putra.
Director External Relations Endra Kusuma mengatakan, PT Vale menjalin kerja sama dengan Unhas dalam pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, salah satunya menempatkan mahasiswa KKNT Unhas di wilayah pemberdayaan PT Vale.
Hal ini juga sejalan dengan salah satu perilaku utama perseroan, yakni mendengarkan dan melibatkan masyarakat luas secara aktif.
Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
“Dalam Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI PPM) PT Vale, memang ada satu bagian tentang dukungan terhadap pembangunan Lutim yang melibatkan kelompok pemuda pelajar dan mahasiswa,” katanya.
Menurut Endra Kusuma, keterlibatan dan partisipasi dari mahasiswa Unhas melalui KKN Tematik merupakan bagian dari kolaborasi pentahelix. Model pentahelix adalah sinergi dari lima pemangku kepentingan, yakni bisnis atau perusahaan, pemerintah, komunitas, media, dan akademia.
Melalui pendekatan pentahelix, PT Vale berharap pembangunan perdesaan menjadi semakin optimal.
Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional
“Mahasiswa memiliki ilmu dan teori, sehingga kita merasa perlu menjembatani mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuannya. Kita harapkan mereka dapat menghadirkan inovasi dan terobosan yang dapat memajukan program pembangunan di desa. Hal itu kita dorong sehingga selama KKN, salah satu prioritas mereka adalah menyasar program PPM-PKPM,” jelas Endra.
Endra Kusuma mengapresiasi hasil kerja mahasiswa KKNT Unhas yang dipaparkan pada kegiatan FGD dan evaluasi ini. Dari kurang lebih 104 program kerja yang digagas oleh peserta KKN, 48 di antaranya berkontribusi langsung pada perbaikan program PPM.
“Kita lihat dari paparan mahasiswa luar biasa ide kreatifnya. Juga ada masukan-masukan yang lebih spesifik bisa membantu pengembangan usaha masyarakat seperti peternakan, pertanian, hingga pengolahan sampah organik,” paparnya.
Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton
Selain itu, Endra Kusuma juga menyampaikan, pesan-pesan motivasi bagi mahasiwa. “Dunia kerja merupakan dunia yang sangat dinamis penuh tantangan. Ada tiga hal yang perlu diperkuat semasa menuntut ilmu di perguruan tinggi, yaitu pengetahuan, keterampilan dan paling penting adalah attitude atau sikap” tegasnya.
“Prinsip perusahan yakni, hire attitude, train knowledge and skill. Keterampilan dan pengetahuan bisa dilatih, tetapi attitude adalah komponen yang penting dalam membentuk karakter. Sementara karakter yang baik itu yang perusahaan butuhkan.
Sementara itu, menurut Koordinator KKNT sektor Luwu Timur Syarifuddin, model kolaborasi PT Vale dengan Unhas ini saling melengkapi.
Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program
“Dari sisi kampus kami memiliki sumber daya, yaitu mahasiswa dengan pengetahuannya, dan PT Vale memiliki program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui program tersebut mahasiswa mengaplikasikan teori yang didapatkan di kampus agar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Koordinator DPK KKN Tematik Unhas ini juga memuji program PPM PT Vale. Menurutnya, program-program perseroan sangat bagus karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan dampaknya dapat langsung dirasakan.
“PPM ini sangat bagus berbeda dengan program perusahaan lainnya. Apalagi PT Vale melibatkan disabilitas dalam menjalankan program ini, Hal itu merupakan praktik nyata nilai-nilai inklusi sosial. Artinya, PT Vale sadar bahwa semua orang berhak atau memiliki kesempatan yang sama, dan Unhas siap membantu apa yang dibutuhkan oleh PT Vale,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar