SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengubah fungsi loket penjualan tiket menjadi customer service. Pengalihfungsian ini perlahan mulai diuji coba untuk cabang di Makassar, Jakarta, dan Surabaya.
Perubahan fungsi ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan masyarakat membeli tiket hanya menggunakan Pelni Mobile. Praktis dan lebih mudah beli tiket dimana saja.
VP Usaha Penumpang Non Komersial PT Pelni Presda Simangasing mengatakan, pengalihanfungsian ini memudahkan masyarakat beli tiket tidak lagi harus ke kantor Pelni.
Baca Juga : PELNI Siapkan 55 Kapal Layani 641 Ribu Penumpang pada Angkutan Lebaran 2026
“Misalnya, berangkat dari Jayapura tapi bisa lakukan pembelian di Makassar. Tujuannya sebenarnya untuk memudahkan masyarakat beli tiket Pelni,” kata Presda saat konferensi pers di Makassar, Selasa (10/10/2023).
Loket yang berubah menjadi customer service tersebut akan melayani terkait pembatalan tiket, ubah jadwal, pengembalian dana, dan informasi jadwal dan keberangkatan kapal.
Presda menjelaskan lebih jauh, pengalihfungsian bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan membuat proses bisnis lebih cepat, mudah dan efisien. Pelanggan Pelni semakin mudah mendapatkan tiket kapal penumpang lewat Pelni Mobile.
Baca Juga : Pengguna Baru 67 Persen, PELNI Makassar Gencarkan Aplikasi untuk Lawan Calo
Selanjutnya kata Presda, Mendukung transformasi digital, dan memperluas jangkaun penjualan tiket penumpang.
Alih fungsi loket penjualan tiket menjadi customer service akan mulai berlaku pada 1 November 2023 mendatang.
“Saat ini edukasi perlahan ke masyarakat mulai dilakukan. Dengan perubahan ini, tidak ada lagi oknum yang bisa menaikkan harga tiket, apalagi kalau perayaan besar seperti Nataru nanti ini tidak ada kenaikan harga,” tegas Presda.
Baca Juga : 14 Kapal Disiapkan, PELNI Makassar Target Layani 49 Ribu Pemudik
Untuk wilayah Makassar, sepanjang periode Januari hingga September 2023 jumlah penumpang yang berangkat mencapai 293.838 orang. Jumlah tersebut menjadi pelabuhan tertinggi disusul oleh kota Ambon (212.226), Surabaya (204.828), Bau-Bau (197.777) dan Tanjung Priok (150.350).
Makassar juga menempati tiga ruas dari lima ruas terpadat, yaitu Belawan-Batam (86.088), Batam-Belawan (68.224), Makassar-Bau Bau (56.187), Bau Bau-Makassar (52.420) dan Makassar-Surabaya (47.222).
Kepala Cabang Pelni Makassar Muhamad Jabir menejlaskan, dengan perubahan ini, Pelni Makassar sudah sangat siap.
Baca Juga : PELNI Bersama Polri Kirim Bantuan dan Logistik Bencana ke Sumatera
Muhamad Jabir menambahkan, kinerja pembelian tiket sejak menggunakan Pelni Mobile cepat terlihat, mulai dari penumpang membeli tiket hingga proses pembayaran. Semua kinerja dapat dengan cepat terakumulasi.
“Sejak dihadirkan sejak 2021, perubahan pembelian tiket ini lewat Pelni Mobile dangat membantu. Catatan kinerja bisa terlihat jelas setiap bulannya,” kata Jabir.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar