SULSELSATU.com, Luwu Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur mendapat kunjungan dari sejumlah karyawan PT Petra terkait pembayaran gaji yang tertunggak.
Puluhan karyawan itu mendatangi kantor DPRD Luwu Timur pada hari Senin (04/12/2023). Mereka datang untuk membicarakan masalah pesangon dan gaji yang belum dibayarkan oleh perusahaan.
” Kita tidak bekerja lagi, gaji kita juga tidak dibayar,” Ungkap Arsan, salah seorang karyawan
Dia mengungkapkan, ada 196 karyawan yang gajinya belum terbayarkan. Upaya negosiasi yang dilakukan juga tidak menemui titik terang.
“ Sekitar Rp 1,6 miliar, gaji karyawan yang belum di bayar itu.” katanya.
Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin, mengatakan, aduan mantan karyawan PT Petra ini akan ditindaklanjuti. Pihak manajemen PT Petra dan PT Vale akan dihadirkan.
“ Selama ini para karyawan selalu demo soal gaji mereka. Saat itu kita sempat hadiri Wasuponda, jadi setelah kita dengar langsung tadi, pengaduan mereka akan kita tindaklanjuti,” kata Najamuddin.
Beberapa karyawan mengungkapkan bahwa perilaku perusahaan Petra yang menunggak pembayaran gaji bukanlah hal yang baru dan telah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu
“ Kami mengharpkan pemerintah dan DPRD bisa menuntaskan masalah ini agar keberpihakan perusahaan mengarah kepada pekerja seperti kami,” imbuh beberapa karyawan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar