Logo Sulselsatu

Danny Pomanto Minta ICMI Ambil Peran Cerdaskan Anak Bangsa di Tengah Krisis Moral

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 12 Juni 2024 21:58

Pemberian cendera mata ICMI kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Foto: Istimewa.
Pemberian cendera mata ICMI kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengambil peran mencerdaskan anak bangsa di tengah krisis moral yang terjadi saat ini.

“Saya kira ICMI harus menjadi bagian penting dalam mencerdaskan masyarakat. Sekarang ini moralitas sangat menurun, nilai-nilai menjadi longgar sampai kita tidak tahu di mana batasnya,” kata Danny saat Kuliah Umum ICMI Sulsel di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota, Rabu (12/6/2024).

Kuliah Umum ICMI Sulsel menghadirkan Prof Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin sebagai narasumber dan membahas terkait Peran dan Kiprah Kepemimpinan Perempuan di hadapan seluruh peserta.

Baca Juga : KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi

Ia berharap Pemuda ICMI terkhusus perempuan menjadi peran sentris hari ini. Terutama di dalam memperkuat generasi yang akan datang, karena secara jumlah populasi angkanya mencapai 55 persen.

“Kepemimpinan perempuan sekarang luar biasa sekali, coba kita lihat di Pilkada sekarang banyak calon perempuan,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Danny Pomanto juga menyebutkan bahwa kondisi dunia saat ini tidak baik-baik saja.

Baca Juga : Makassar Jadi Pintu Distribusi Pangan, Munafri Dukung Pengendalian Inflasi Sulampua

Ada begitu banyak kerisauan. Suhu bumi naik hingga 1,4 derajat di 2024 dengan jumlah populasi 8 miliar jiwa.

Angka itu terus mengalami kenaikan sejak 1997 di mana jumlah penduduk hanya 4,4 miliar jiwa, dan suhu bumi naik 0,2 derajat tanpa pernah turun.

“Data ini memperlihatkan bahwa kenaikan dua kali populasi dunia, menyebabkan kenaikan tujuh kali suhu bumi, dan hari ini seluruh dunia bersepakat menahan di angka 1,5 derajat, kalau tidak kita masuk bencana kepunahan,” ungkapnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

Jika kondisi ini terus dibiarkan maka 2050 penduduk bumi bisa mencapai 10 miliar jiwa. Padahal idealnya, bumi hanya bisa memberi makan 6 miliar penduduk dengan lahan subur yang dimiliki.

Akibat bencana populasi, bencana hidrometeorologi, lanjut Danny Pomanto memacu terjadinya bencana-bencana lain di dunia. Seperti bencana geopolitik dan juga geomagnetik.

“Intinya adalah bagaimana kita mengkonsolidasikan secara sosial kekuatan-kekuatan masyarakat secara mandiri dengan komoditi,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa Siswa Kurang Mampu SD dan SMP

“Dalam pemahaman kami intinya itu adalah keluarga lebih fokus lagi ibu dan anak. Makanya kenapa saya membuat program Jagai Anakta’, dengan begitu jaga anak kita, jaga keluarga kita, jaga kota kita dan jaga bumi kita. Intinya adalah publik enggangment,” tutup Danny Pomanto.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum03 November 2026 14:28
Naik Penyidikan, Eks Wali Kota Makassar Diperiksa Kejati Sulsel soal Reklamasi Pantai
SULSELSATU, MAKASSAR – Kasus dugaan jual beli izin reklamasi Pantai Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini naik ke tahap penyi...
Hukum03 November 2026 13:21
Jaksa Usut Dugaan Korupsi Mark-up Pengadaan CCTV AI Disdik Sulsel Rp28 M
SULSELSATU, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mengusut dugaan korupsi mark-up pengadaan kamera pengawas atau...
Aneka03 November 2026 12:40
Asmo Sulsel Bagikan 4 Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan
Pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim hujan. Jalan licin, genangan air, hingga jarak pandang yang terbatas dapat ...
Ekonomi03 November 2026 12:25
OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah, Aset Tembus Rp3.307 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah untuk menyatukan arah pengembangan industri keuangan s...