Logo Sulselsatu

DPRD Luwu Timur Gelar RDP Bersama PT CLM Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Malili

Andi
Andi

Kamis, 20 Juni 2024 14:04

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (20/6/2024) untuk membahas aspirasi kelompok nelayan penambak yang terdampak dugaan pencemaran Sungai Malili.

RDP ini dipimpin oleh Ketua DPRD Luwu Timur, Aripin, didampingi Wakil Ketua I DPRD, HM Siddiq BM, dan Wakil Ketua II DPRD, Usman Sadik. PT CLM, yang diduga sebagai penyebab pencemaran sungai, turut hadir dalam pertemuan tersebut, bersama dengan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perikanan dan Kelautan.

Selama RDP berlangsung, semua pihak menyampaikan pendapat mereka, menghasilkan adu argumentasi yang intens. Akhirnya, pertemuan ini menghasilkan rekomendasi sebagai tindak lanjut.

Abbas, seorang nelayan tambak dari Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, yang menjadi perwakilan kelompok nelayan, mengungkapkan dampak negatif dari kondisi sungai Malili yang tercemar terhadap mata pencahariannya.

“Kami harus melaut jauh untuk mencari ikan sekarang. Keberhasilan tangkapan sering kali hanya cukup untuk modal. Nasib nelayan yang melaut tidak kalah sulitnya dengan kami, petambak, yang sering gagal panen karena sungai Malili yang mengalir merah,” ujarnya.

Setelah beberapa kali pertemuan dengan manajemen PT CLM, Abbas mengakui bahwa perusahaan tambang ini berkontribusi pada masalah tersebut dan menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang terkena dampak langsung.

Fauzi Lukman, Manajer Eksternal PT CLM, menyatakan perlunya kajian mendalam terhadap kondisi nelayan dan petambak yang mengalami gagal panen untuk memastikan akar permasalahan.

“Perusahaan telah menyediakan dana CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial, dan kami siap untuk berdiskusi mencari solusi atas masalah ini,” tambahnya.

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM, menegaskan pentingnya transparansi dari pihak perusahaan dalam menghadapi masalah ini, dengan mengingatkan bahwa kondisi sungai Malili yang tercemar saat ini berbeda jauh dengan masa lampau.

“Mengacu pada dokumen AMDAL, PT CLM seharusnya membangun smelter dalam dua tahun beroperasi, namun kenyataannya belum ada yang terwujud,” tegas Siddiq.

Menghadapi masalah ini, Siddiq menekankan perlunya respons yang cepat dan efektif dari semua pihak terkait untuk menemukan solusi yang tepat bagi masyarakat yang terdampak.

Pada akhirnya, dialog yang berat ini menghasilkan kesepakatan untuk membentuk tim kecil yang melibatkan DLH, Dinas Perikanan dan Kelautan, manajemen PT CLM, dan unsur masyarakat untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara efektif.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...
News07 Agustus 2026 16:44
PLN UIP Sulawesi Gandeng BINDA Sultra Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pembangunan i...
Berita Utama07 Agustus 2026 15:12
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI di Asia-Pasifik
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan Zankore by Indosat, platform infrastruktur kecerdasan buatan (Art...