Logo Sulselsatu

PT PUL Belum Mengantongi RKAB, DPRD Luwu Timur Meminta Proses Penambangan Dihentikan Sementara

Andi
Andi

Jumat, 21 Juni 2024 10:28

Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, H. Usman Sadik, memimpin Rapat Dengar Pendapat. Ist
Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, H. Usman Sadik, memimpin Rapat Dengar Pendapat. Ist

SULSELSATU.com, Luwu Timur – DPRD Kabupaten Luwu Timur meminta PT PUL untuk tidak beroperasi sebelum memiliki Dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Biaya (RKAB). Dokumen ini penting sebagai pendukung legalitas operasional PT PUL di wilayah Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, H. Usman Sadik, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PT PUL terkait aktivitas manajemen baru PT PUL di Desa Ussu Malili pada Jumat, 21 Juni 2024. Menurut Usman Sadik, dokumen RKAB yang disetujui sangat penting bagi pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP)/Khusus (IUPK) karena merupakan pendukung legalitas dalam setiap aktivitas pertambangan, mulai dari tahap eksplorasi, gali-muat angkut, pengolahan-pemurnian hingga tahap pemasaran baik untuk domestik maupun tujuan ekspor.

Dokumen RKAB ini wajib disusun oleh perusahaan pertambangan setiap tahunnya untuk kemudian diajukan dan disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

“Kami belum melihat dokumen RKAB tersebut, untuk itu kami berharap manajemen PT PUL jangan dulu menambang. Kami tidak ingin menghalangi investor, namun kami akan bereaksi jika investor tidak taat hukum dalam menambang hasil bumi Luwu Timur,” kata Usman Sadik.

Semua anggota DPRD yang hadir dalam RDP tersebut meminta PT PUL untuk melengkapi semua prasyarat yang berlaku sebelum melaksanakan kegiatan pertambangan. Selain itu, pihak perusahaan harus memperbaiki kerusakan alam yang dilakukan oleh manajemen PT PUL sebelumnya.

“Kami sebagai anggota DPRD meminta kepada PT PUL untuk memperhatikan alam sekitarnya serta masyarakat sekitar yang terdampak dari aktivitas pertambangan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini warga Desa Ussu mulai merasakan bahwa aktivitas manajemen baru PT PUL ini tidak ramah lingkungan dan warga setempat, terutama dalam hal rekrutmen tenaga kerja dan ganti rugi pembebasan lahan milik warga yang terkesan dipaksakan.

RDP tersebut dihadiri oleh perwakilan dari PT PUL, anggota DPRD Lutim, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan dari Dinas Keuangan, perwakilan dari pemerintah Desa Ussu, Camat Malili, serta sejumlah masyarakat Desa Ussu.

Manajemen PT PUL melalui Widji, dalam RDP tersebut, membenarkan bahwa mereka belum memiliki dokumen RKAB. Aktivitas yang ada saat ini belum masuk tahap penambangan.

“Saat ini kami masih memperbaiki fasilitas yang ada serta melakukan persiapan dan kelengkapan sebelum melakukan penambangan, seperti perbaikan jalan dan jeti,” ungkap Widji.

Lebih lanjut, ia berjanji bahwa PT PUL dengan manajemen baru akan lebih mengutamakan kenyamanan dalam pelaksanaan pertambangan serta memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga saling menguntungkan satu sama lain.

“Apabila perusahaan sudah beroperasi melakukan kegiatan penambangan, maka kami dari pihak PT PUL akan tetap memberdayakan tenaga kerja lokal sesuai keahliannya yang dibutuhkan perusahaan,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...
News07 Agustus 2026 16:44
PLN UIP Sulawesi Gandeng BINDA Sultra Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pembangunan i...
Berita Utama07 Agustus 2026 15:12
Indosat Luncurkan Zankore, Bangun Platform Infrastruktur AI di Asia-Pasifik
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA meluncurkan Zankore by Indosat, platform infrastruktur kecerdasan buatan (Art...