Logo Sulselsatu

Hasil Panen SRI Organik Petani Kolaka Binaan PT Vale IGP Pomalaa Melimpah

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 29 Juli 2024 16:06

Panen raya SRI Organik petani binaan PT Vale IGP Morowali. Foto: Istimewa.
Panen raya SRI Organik petani binaan PT Vale IGP Morowali. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, KOLAKA – Puluhan petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Kolaka (Aspok) kini merasakan berkah setelah menerapkan System of Rice Intensification (SRI) Organik yang merupakan binaan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Meski awalnya sempat ragu dan pesimis, para petani kini merasakan manfaat pertanian organik.

Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang adalah bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale IGP Pomalaa telah memberikan dampak nyata kepada petani di Kolaka.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Salah seorang petani, Mustari mengungkapkan, SRI Organik telah membawa hasil panen yang melimpah.

“Awalnya, saya melihat petani lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan pertanian organik dan memutuskan untuk mencobanya sendiri. Ternyata hasilnya jauh lebih baik dibanding metode konvensional dengan pupuk kimia,” kata Mustari.

Dia menuturkan, meskipun metode SRI Organik memerlukan waktu dan tenaga lebih, produktivitas mencapai 5 ton per hektare per panen.

Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton

Ketua Aspok, Watno menyebutkan, saat ini jumlah petani binaan PT Vale sebanyak 56 orang. Hingga Juni 2024, petani binaan PT Vale telah melakukan 12 kali panen dengan total area tanam seluas 11,95 hektare.

“Kami menjaga kualitas produk dengan memasarkan beras organik dalam kemasan 5 dan 10 kilogram seharga Rp20 ribu per kilogram,” jelas Watno.

Dia berharap dukungan PT Vale akan terus berlanjut untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kemandirian petani.

Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program

Selain fokus pada padi, PT Vale IGP Pomalaa juga mendorong pengembangan tanaman obat. Petani kini mampu memproduksi obat herbal dari tanaman lokal.

Indah, salah satu petani, mengungkapkan, sebelumnya bergantung pada obat-obatan kimia, tetapi setelah mengikuti pelatihan, dirinya mulai beralih ke obat herbal dan merasakan manfaatnya.

Hal yang sama dirasakan petani lainnya, Salmi. “Meskipun awalnya kami ragu, bimbingan PT Vale sangat membantu,” ujar Salmi.

Baca Juga : Pekerja Perempuan di PT Vale Terus Bertambah, Capai 12,37 Persen pada 2026

Salmi mengungkapkan bahwa sebagai penderita penyakit jantung, ia mulai meninggalkan penggunaan obat kimia dan beralih mengonsumsi obat herbal dan beras organik sejak 2 bulan terakhir.

Saat melakukan pemeriksaan kesehatan, dokter menyatakan kesehatan jantungnya mulai membaik.

“Andaikan PT Vale hanya datang menyosialisasikan pertanian organik lalu pergi, maka saya yakin tidak akan ada perubahan apa-apa. Tapi kini apa yang sudah kami terima dari PT Vale sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : PT Vale Tegaskan Hilirisasi Hijau dan Pemberdayaan UMKM di HUT Sultra

Direktur & Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer, Bernardus Irmanto mengaku bangga dan bersyukur, sebab program PSRLB yang dilakukan PT Vale bisa dirasakan masyarakat.

Menurutnya, meskipun skalanya masih kecil, namun langkah ini menjadi benih dari hal-hal besar yang bisa dilakukan untuk masyarakat kedepannya.

Bernadus Irmanto menekankan komitmen perusahaan dalam mendampingi petani.

“Kita tidak hanya mengajarkan teknik pertanian organik, tetapi juga mendampingi mereka dalam praktik sehari-hari,” ujar Bernardus saat menghadiri panen padi SRI Organik di Desa Puuroda, Kecamatan Baula, Kolaka, Jumat (26/7/2024).

Bernardus juga mencatat pentingnya umpan balik dari petani untuk perbaikan berkelanjutan.

“Kami akan terus mendukung dalam hal pemasaran, edukasi, dan pengembangan kompos dan bahan-bahan kompos, untuk memastikan keberlanjutan pertanian organik ini,” katanya.

Sebagai perusahaan tambang yang sudah beroperasi lebih dari setengah abad, PT Vale berkomitmen pada praktik berkelanjutan dan Environment, Social and Governance (ESG).

“Kami percaya bahwa kemajuan perusahaan harus sejalan dengan nilai yang dianut, yakni untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik bersama,” pungkas Bernardus.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...