SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pada hari terakhir pelaksanaan Kajian Islam tentang perawatan jenazah, TP PKK Kota Makassar kembali menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam merawat jenazah dengan benar dan sesuai tuntunan agama Islam.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024) ini diselenggarakan di Aula Kantor TP PKK Kota Makassar, dan diikuti oleh peserta dari kecamatan yang tersisa, yakni Rappocini, Tamalate, Bontoala, Sangkarrang dan Tallo.
Selama tiga hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 200 peserta hadir pada hari ketiga ini untuk mendalami lebih jauh tata cara perawatan jenazah yang benar, baik dari sisi teknis maupun nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
TP PKK Kota Makassar, melalui Pokja I yang dipimpin oleh Yeyen Ma’mun Rauf, konsisten memberikan materi yang komprehensif, mulai dari teori hingga praktik.
Fokus kegiatan masih pada demonstrasi tata cara memandikan dan mengkafani jenazah. Para peserta tidak hanya diberi kesempatan untuk menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik tersebut, guna memastikan mereka menguasai setiap langkah penting dalam perawatan jenazah.
Yeyen kembali menekankan bahwa pengetahuan ini sangat penting agar masyarakat siap menghadapi situasi darurat dengan tetap memegang teguh ajaran agama.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta yang hadir selama tiga hari ini, tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga rasa tanggung jawab yang besar. Pengetahuan tentang perawatan jenazah adalah bekal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Yeyen di sela-sela kegiatan.
Pada hari ketiga ini, TP PKK Kota Makassar juga memperkenalkan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta diajak untuk mengajukan pertanyaan terkait tantangan dan situasi yang mungkin mereka hadapi saat melaksanakan perawatan jenazah.
Sesi ini disambut dengan antusias, karena banyak peserta yang berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi dari para ahli yang hadir.
TP PKK Kota Makassar mengakhiri kegiatan dengan membagikan bantuan paket perangkat perawatan jenazah kepada 5 perwakilan dari masing-masing kecamatan yang hadir.
Yeyen menutup kegiatan dengan harapan besar bahwa apa yang telah diajarkan selama tiga hari ini dapat diteruskan dan dibagikan kepada masyarakat luas dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab mereka terhadap sesama.
“Kami berharap, setelah kegiatan ini, pengetahuan tentang perawatan jenazah dapat menyebar lebih luas di tengah masyarakat. Ini adalah wujud dari penguatan iman dan kepedulian sosial yang ingin kami tanamkan melalui kajian ini,” pungkas Yeyen. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar