Logo Sulselsatu

Kepala Kelurahan Tolo Tunggu Itikad Baik si Perekam Video Rumah Yang Dibongkar Karena Baliho

Dedy
Dedy

Jumat, 13 September 2024 19:03

Lurah Tolo, Muh Ilyas berikan Klarifikasi atas video yang beredar adanya pembongkaran rumah diduga imbas Pilkada (Dedi/sulselsatu)
Lurah Tolo, Muh Ilyas berikan Klarifikasi atas video yang beredar adanya pembongkaran rumah diduga imbas Pilkada (Dedi/sulselsatu)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kepala Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Muh Ilyas mengaku sedang menunggu itikad baik sang perekam video rumah yang dibongkar hingga viral di sosial media (Facebook), Kamis (12/09/2024) Kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Tolo, Muh Ilyas saat melakukan konferensi Pers disalah satu warkop di Jalan Lingkar, Jeneponto, Jumat (13/09/2024).

Muh Ilyas yang di sebut namanya dalam video yang beredar tersebut mengaku keberatan dan membantah tudingan si perekam video. Ia merasa dirugikan karena disebut sebut dirinya yang menyuruh membongkar rumah.

“Terkait video yang menyebutkan saya menyuruh membongkar rumah warga karena perbedaan pilihan di pilkada itu tidak benar,”ujar Muh Ilyas saat dikonfirmasi. Jumat,13/09/24.

Kata dia, tudingan itu tidak benar, pihaknya hanya meminta agar baliho yang terpasang depan rumah Muh Hakim dipindahkan karena tanah diatas rumah Muh Hakim adalah milik keluarganya dan takut ada yang pelesetkan.

“Itu tanah keluarga saya. Saya cuma minta pindahkan itu baliho karena jangan sampai ada yang anggap saya yang suruh memasang baliho, tapi dia menolak katanya bukan dia yang memasang,”katanya.

Andaikan dirinya tak punya rasa kemanusiaan kata Muh Ilyas, dari Pilcaleg kemarin Muh Hakim disuruh bongkar rumahnya, sebab anaknya masuk caleg namun stiker caleg lain yang tertempel dirumah Muh Hakim.

Namun kali ini dirinya merasa di rugikan akibat beredarnya video yang menyudutkan dirinya. Ia juga membantah bahwa tanah yang ditempati oleh Muh Hakim adalah milik pemerintah.

“Itu tanah keluarga saya, ada surat surat nya. Cuma yang dibelakangnya, itu memang tanah pemerintah,”sambungnya.

Oleh karena itu Muh Ilyas tak menutup diri akan memperpanjang masalah ini jika si perekaman video tidak datang meminta maaf secara kekeluargaan.

“Saya tetap tunggu itikad baik si perekam dan penyebar video itu, silahkan datang klarifikasi dan meminta maaf secara resmi,” jika tidak terpaksa kita lanjut ke rana hukum,” tutupnya.

Penulis Dedi Jentak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...