Logo Sulselsatu

Pemkab Jeneponto Koordinasi Dengan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Bantu Nelayan Korban Tenggelam di Labuan Bajo NTT

Dedy
Dedy

Rabu, 18 September 2024 17:07

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Terkait adanya dua nelayan asal Jeneponto yang kecelakaan laut dan ditemukan meninggal dunia diperairan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, langsung bereaksi.

Kadis kelautan dan Perikanan Jeneponto, Mitradyanto di dampingi Sekretaris Mansur dan Kabid Nelayan Tangkap Irmawati langsung melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mendapatkan santunan para korban yang kecelakaan di laut Labuan Bajo NTT.

“Namun berdasrkan hasil pengecekan dari BPJS Ketenagakerjaan, hanya satu orang sementara terdaftar dan memiliki kartu KUSUKA yakni atas nama Ramli. Almarhum tercover dalam program Provinsi Sulawesi Selatan dan BPJS,”kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Mansur.

Sementara untuk santunan almarhum Saharuddin akan dikoordinasikan lebih lanjut.

“Insha allah kita akan bantu koordinasikan agar bisa juga dapat santunan,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Tim SAR gabungan telah menemukan dua nelayan asal Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan yang diduga kecelakaan di Laut Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sudah ditemukan keduanya, pertama ditemukan pukul 06.00 wita Selasa Pagi tadi jenazah Saharuddin, sedangkan Jenazah Ramli ditemukan pukul 15.00 wita sore tadi,”ujar Kapolsek Batang, Iptu Baharuddin kepada sulselsatu.com, Selasa (17/09/2024).

Kata dia, Jenazah Saharuddin akan dipulangkan ke kampung halamannya di Jeneponto menggunakan pesawat dengan biaya hasil patungan keluarga dan para nelayan di NTT.

“informasi pukul 21.30 wita, Jenazah tinggalkan NTT kemudian Transit di Bali.
Diperkirakan Jenazah Saharuddin tiba di Jeneponto Rabu (18/09/2024) pukul 02.00 wita dini hari,”katanya.

Biaya yang dibutuhkan kata dia mencapai puluhan juta rupiah.

“Sekitar Rp30 juta,”katanya.

Sementara jenazah Ramli akan menyusul di pulangkan ke Jeneponto sembari para keluarganya mengumpulkan dana untuk biaya pengiriman Jenazah ke Jeneponto.

Diketahui keduanya dikabarkan tenggelam setelah perahu yang ditumpanginya diduga ditabrak oleh kapal berukuran besar, Minggu (15/9/2024) subuh.

Ramli adalah anak buah sedangkan Saharuddin selaku pemilik perahu.
Keduanya telah berada di NTT sejak empat bulan lalu untuk mencari nafkah.

“Rencana itu bulan 10 kembali semua ke Jeneponto karena bawa perahu kesana, perahu itu dia pakai kesana perahu itu juga dia pakai kembali,” ujar Kades Tarowang, Jeneponto, Saharuddin Sila.

Penulis Dedi Jentak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...