SULSELSATU.com, MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin kembali menunjukkan komitmennya menggratiskan iuran sampah jika mendapat amanah memimpin Kota Makassar. Termasuk menggratiskan seragam sekolah untuk anak setiap tahun ajaran baru.
Penegasan itu disampaikan Appi ketika melakukan kampanye di Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Kamis, (3/10/2024).
Pada kesempatan tersebut, Appi didampingi Ketua Hanura Makassar, M Yunus serta sejumlah tokoh masyarakat.
Baca Juga : Pemerintahan Appi–Aliyah Perkuat Kinerja Lewat Tim Ahli Berisi Tokoh Nasional dan Akademisi
Menurut Appi, kebijakan iuran sampah dam seragam sekolah gratis bukan sesuatu yang tidak mungkin. Sebab, itu bisa dilakukan melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwali).
“Ada yang bilang tidak mungkin, biaya sampah gratis. Itu ada aturannya, tidak mungkin kita bicara kalau tidak bisa,” kata Appi disambut riuh ratusan warga yang hadir.
Diakui Appi, iuran sampah dan seragam sekolah gratis merupakan sebagian kecil solusi yang disiapkan bersama wakilnya, Aliyah Mustika Ilham, untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca Juga : Appi Bakal Pangkas Biaya Perjalanan Dinas dan Pertemuan di Luar Kantor
Solusi tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai harga bahan pokok yang mahal.
“Ini salah satu solusi untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Karena bagaimana daya beli bisa meningkat, kalau ada beban yang seperti ini,” kata Appi.
Solusi lainnya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, kata Appi, pihaknya akan menyediakan pelatihan kerja untuk bisa lebih produktif, termasuk pemberian modal usaha. Upaya tersebut sekaligus menjawab mengenai minimnya lapangan kerja yang tersedia.
Baca Juga : Kompaknya Appi-Aliyah Antar Langsung Bantuan dan Temui Korban Banjir di Manggala
“Kita akan beri pelatihan. Seperti ibu-ibu kita beri pelatihan menjahit dan akan mendapatkan sertifikat. Sehingga ketika pulang ke rumahnya, dia bawa pulang mesin jahit dan modal usaha,” kata Appi yang disambut teriaka ‘Wattunami Appi’.
Di samping itu, Appi juga berpesan kepada masyarakat, menghadapi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, tetap menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan.
“Kalaupun ada perbedaan pilihan itu hal biasa, maka tetap menjaga kerukunan warga. Karena Pilwalkot hanya sesaat memilih pemimpin. Jangan hanya karena beda pilihan, kita saling hasut, saling fitnah dan bermusuhan. Harus menghindari hal-hal yang memecah belah persatuan,” tuturnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar