Logo Sulselsatu

TAPD Takalar Dinilai Tak Mampu Kelola Keuangan Daerah, PEN jadi Kambing Hitam

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Jumat, 25 Oktober 2024 17:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, TAKALAR – Realisasi pajak dan retribusi Kabupaten Takalar sangat rendah hingga memasuki awal triwulan keempat. Padahal, upaya untuk mendongkrak pendapatan telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi Smart PAD yang anggaran pengadaannya menelan biaya miliaran rupiah.

Walhasil, belanja wajib Pemkab Takalar akhirnya terabaikan seperti tambahan penghasilan pegawai (TPP), anggaran dana desa (ADD) dan bagi hasil pajak dan retribusi (BHPR).

Ironisnya, beberapa proyek yang sebenarnya tidak prioritas malah digenjot seperti perluasan lahan kantor bupati dan lapangan upacara, serta acara seremonial lainnya.

Mantan legislator DPRD Takalar, Aswin Masjid mengatakan, untuk menutupi ketidakmampuan dalam memenuhi target PAD ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selalu mengkambinghitamkan pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang pembayarannya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAK) dan sudah terjadwal pembayaran serta besarannya.

“TAPD tidak berhasil mendatangkan PAD dari objek potensial seperti RS Padjonga dan RSI Galesong. Padahal DPRD telah menyetujui anggaran untuk RSI puluhan miliaran dengan harapan bisa mendatangkan PAD yang signifikan,” kata Aswin, Jumat (25/10/2024).

Senada dengan Aswin, Ahmad Jais yang juga legislator DDPRD Takalar 2019-2024, menilai TAPD tidak cakap menjalankan tugas, karena targetnya banyak yang meleset.

“Kemampuan TAPD Takalar hanya bisa mengkambinghitamkan dana program PEN. Pemerintah seharusnya tidak lagi memposisikan pejabat yang tidak produktif seperti ini, karena masyarakat dan negara rugi menggaji dan memberikan fasilitas kepada pejabat yang kemampuannya hanya seperti itu,” ujar Ahmad Jais.

Lebih jauh, Ahmad Jais berharap anggota DPRD Takalar periode 2024-2029 mengawasi penggunaan anggaran yang tujuan awalnya menaikkan PAD tapi kenyataannya realisasinya rendah seperti anggaran Smart PAD dan anggaran untuk RSI sejak 2023 sampai 2024 karena nilainya miliaran. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...