SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kredit produktif mendominasi penyaluran kredit di Sulsel. Porsinya mencapai 55 persen dengan total penyaluran Rp89,78 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit konsumtif sebesar Rp73,51 triliun dengan porsi penyaluran hingga 45 persen dari total.
Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengatakan, kredit penyaluran terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan total Rp38,69 triliun.
Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur
“Sektor kedua untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dengan total Rp28,78 triliun. Kredit untuk peralatan rumah ini tumbuh 9,61 persen dibanding tahun lalu,” kata Darwisman saat journalist update beberapa waktu lalu.
Kata Darwisman, kredit pemilikan rumah tingga naik dua digit pada September 2024 yang sebesar 15,25 persen. Total penyaluran kreditnya sebesar Rp25,07 triliun.
Dilihat dari noan performing loan (NPL) atau kredit bermasalah, kredit konsumtif memiliki NPL rendah dibanding produktif.
Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati
NPL Kredit produktif hingga September 2024 mencapai 3,95 persen. Kredit konsumtif sebesar 1,58 persen.
“Namun dari pertumbuhannya, Kredit konsumtif naik 10,19 persen hingga September 2024. Kredit produktif hanya tumbuh 4,35 persen,” ijar Darwisman.
Lebih lanjut, Darwisman menjelaskan, tingkat risiko kredit perbankan di Sulsel masih tetap terjaga pada posisi 2,91 persen dan berada dibawah ambang batas sebesar 5 persen.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar