Logo Sulselsatu

VIDEO: Legislator Gerindra Vonny Ameliani Soroti Politisasi Bantuan Sosial di Sulsel

Andi
Andi

Rabu, 11 Desember 2024 16:36

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Vonny Ameliani, menyoroti fenomena politisasi bantuan sosial (bansos) yang dinilai masih marak terjadi di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Dinas Sosial yang digelar Komisi E DPRD Sulsel pada Rabu (11/12/2024).

Vonny dengan tegas mempertanyakan manipulasi bantuan sosial yang kerap dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu.

“Tidak semudah itu bantuan sosial diubah-ubah hanya karena masyarakat tidak mendukung pilihan politik tertentu,” ujarnya.

Ketua DPD Gerindra Jeneponto itu menambahkan bahwa sistem pengelolaan bantuan sosial sebenarnya telah dirancang agar tidak bisa diubah secara sepihak. Namun, ia mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan bansos untuk memengaruhi pilihan politik masyarakat.

“Kalau ada kejadian seperti itu, patut diduga ada permainan oknum di bawah yang memanfaatkan bansos untuk mengarahkan pilihan tertentu,” tambahnya.

Vonny juga menyinggung adanya laporan dari daerah pemilihannya (dapil) terkait intimidasi terhadap penerima bansos. Salah satu kasus yang mencuat adalah penghentian bantuan untuk seorang tuna netra tanpa alasan yang jelas.

“Adakah yang lebih layak dari seorang tuna netra? Bahkan ibunya juga tuna netra. Ini benar-benar menyedihkan,” katanya.

Menanggapi kasus ini, Vonny menekankan pentingnya pelaporan jika masyarakat menemukan praktik serupa. Ia berjanji akan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Kementerian Sosial untuk menelusuri kasus-kasus tersebut dan menindaklanjuti oknum yang terlibat.

“Jika perlu, kita akan bawa kasus ini ke aparat penegak hukum. Tidak boleh ada lagi politisasi bantuan sosial atau menzolimi rakyat miskin,” tegasnya.

Ketua DPC Gerindra Jeneponto itu juga meminta dukungan Partai Gerindra dan media untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas, seraya mengingatkan bahwa politisasi bansos tidak hanya melanggar etika, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan.

“Saya politisi, tapi saya tidak akan pernah tega mempolitisasi bantuan untuk rakyat miskin demi kepentingan politik. Masih banyak cara lain untuk berjuang di dunia politik tanpa harus merugikan mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

Video: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan06 November 2026 06:35
Pelindo Mengajar di SMAN 5 Makassar, Salurkan Bantuan Pendidikan Rp50 Juta
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp50 juta kepada SMA Negeri 5 Makassar melalui program Pelindo Me...
Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...