Logo Sulselsatu

Disdik Makassar Liburkan Siswa Imbas Peringatan Dini Cuaca BMKG

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Selasa, 17 Desember 2024 19:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Kota Makassar resmi meliburkan peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kota Makassar.

Kebijakan ini menyusul peringatan dini cuaca yang diterbitkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Dalam surat edaran yang diteken Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, pada Selasa (17/12/2024), kebijakan ini berlaku mulai Rabu, 18 Desember 2024 hingga Minggu, 22 Desember 2024.

Baca Juga : Disdik Makassar Pastikan PPDB 2025 Bebas Calo dan Titipan

Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik seiring kondisi cuaca yang diperkirakan ekstrem. “Mulai Rabu, 18 Desember 2024 sampai dengan 22 Desember 2024, peserta didik disampaikan untuk tidak datang ke sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, dalam surat edarannya.

Meski demikian, kegiatan belajar-mengajar tidak sepenuhnya terhenti. Muhyiddin menjelaskan bahwa bagi peserta didik yang belum menyelesaikan ujian akhir semester (UAS), kegiatan remedial tetap dilaksanakan secara daring oleh guru masing-masing.

“Jika dalam pelaksanaan UAS terdapat peserta didik yang belum tuntas penilaiannya, maka kegiatan remedial dilakukan guru secara daring,” tambahnya.

Baca Juga : Makassar Hapus Jalur Solusi di SPMB 2025, Siswa Hanya Bisa Daftar Lewat Jalur Resmi

Terkait penerimaan rapor semester gasal, Muhyiddin menegaskan bahwa jadwal tetap mengacu pada kalender pendidikan tahun ajaran 2024/2025, yakni pada Jumat, 20 Desember 2024.

Namun, jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, penerimaan rapor dapat dijadwalkan ulang.

“Penerimaan rapor tetap sesuai kalender pendidikan pada 20 Desember 2024, tetapi jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, penerimaan rapor dapat dilaksanakan setelahnya. Namun, tanggal penetapan penerimaan rapor tetap dicatat 20 Desember 2024,” jelas Muhyiddin.

Baca Juga : Polisi Usut Penyebab Kebakaran Kantor Disdik Makassar

Selain itu, Dinas Pendidikan juga menginstruksikan kepala sekolah, guru, pengawas, penilik, dan seluruh staf untuk melakukan kontrol terhadap kondisi sekolah masing-masing. Laporan tersebut selanjutnya harus disampaikan ke Posko Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Sulawesi Selatan pada 18 hingga 22 Desember 2024.

Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, fenomena La Niña lemah dan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 5 meningkatkan pembentukan awan hujan.

Baca Juga : Danny Pomanto Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Disdik Makassar

Selain itu, pengaruh Gelombang Kelvin dan pusat tekanan rendah di Australia utara turut mendorong peningkatan curah hujan serta potensi angin kencang.

“Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, fenomena ENSO terpantau berada pada fase La Nina Lemah. Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan di wilayah Indonesia relatif lebih mudah,” jelas Kepala BMKG Wilayah IV Irwan Slamet dalam surat edarannya, baru-baru ini.

Irwan Slamet melanjutkan, memasuki periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menunjukkan adannya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Kantor Disdik Makassar Hangus Terbakar

Prakiraan tanggal 18-22 Desember 2024, hujan dengan Intensitas Lebat hingga Sangat Lebat (akumulasi hujan selama 24 jam) berpotensi terjadi di wilayah kabupaten/kota Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.

“Serta potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan Sulawesi Selatan bagian selatan,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan.

Gelombang dengan kategori Sedang (Gel. 1,252,5 m) terjadi di Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Sabalana, Perairan Barat Kepulauan Selayar, Laut Flores Bagian Barat, Teluk Bone Bagian Selatan, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Perairan P ulau Bonerate Kalaotoa Bagian Utara, Perairan Pulau Bonerate Kalaotoa Bagian Selatan, Laut Flores Bagian Utara, dan Laut Flores Bagian Timur.

Oleh karena itu, Irwan berharap para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Dampak tersebut antara lain genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan keterlambatan jadwal penerbangan atau pelayaran.

“Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...