Logo Sulselsatu

Bertemu Pj Gubernur Sulsel, MDA Sampaikan Komitmen Investasi dan Kinerja Proyek Awak Mas

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 20 Desember 2024 10:27

PT Masmindo Dwi Area bertemu dengan Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan bersama Pemkab Luwu. Foto: Istimewa.
PT Masmindo Dwi Area bertemu dengan Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan bersama Pemkab Luwu. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARPT Masmindo Dwi Area (MDA), perusahaan yang bergerak di sektor energi dan sumber daya mineral mengadakan audiensi dan diskusi dengan Pj Gubernur Sulsel Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam kunjungannya ke Kabupaten Luwu.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Pj Bupati Luwu Drs. H. Muh. Saleh berlangsung di kantor Bupati dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Luwu.

Agenda utama pertemuan ini adalah membahas perkembangan terbaru Proyek Awak Mas serta komitmen MDA untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan daerah melalui investasi yang berkelanjutan.

Baca Juga : Akses Hauling Pomalaa Terganggu, Potensi Kerugian Negara dan Ekonomi Kolaka Jadi Taruhan

Proyek Awak Mas merupakan salah satu investasi strategis di sektor pertambangan Sulsel yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir menyampaikan hal tersebut dalam presentasinya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun Proyek Awak Mas saat ini telah memasuki tahap konstruksi, masih saja menghadapi kendala terkait kompensasi tanam tumbuh yang sempat memicu aksi unjuk rasa dari sekelompok masyarakat beberapa kali dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

“Hal ini muncul karena masih ada sebagian pihak yang belum memahami kedudukan hukum lahan Kontrak Karya (KK) yang telah dipercayakan negara kepada MDA. Belum lagi adanya oknum yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu. Mereka dengan mengatasnamankan masyarakat melakukan berbagai upaya pemaksaan kehendak yang tidak berdasar,” kata Trisakti.

Meskipun demikian, MDA tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Menjalankan kewajibannya yang dimandatkan oleh peraturan terkait kegiatan operasi pertambangan.

Selama periode 2020–2024, MDA telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp 290 miliar dari target Rp 295 miliar.

Baca Juga : Pegadaian Dorong UMKM dan Literasi Investasi Lewat Pameran UMKM dan Bazar Emas

Selain itu, MDA juga telah merealisasikan program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) senilai Rp 23 miliar dari rencana total Rp 54,6 miliar.

“MDA akan terus fokus memperkuat program PPM yang mencakup inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan infrastruktur. Program terbaru yang diluncurkan adalah penyediaan makan bergizi gratis bagi siswa siswi SD di lingkar tambang secara bertahap,” Trisakti memaparkan.

Pj Gubernur Sulsel Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi atas progres yang telah dicapai oleh MDA.

Baca Juga : Investor Indonesia Makin Minati Token Saham Amerika, PINTU Catat Pertumbuhan Positif

Menurutnya, Proyek Awak Mas memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pendorong utama pembangunan daerah, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.

Prof Zudan juga menekankan pentingnya sinergi antara MDA dan pemerintah daerah guna merealisasikan potensi tersebut. Disamping itu, ia mengingatkan agar MDA wajib menerapkan konsep Green Mining secara konsisten dan berkelanjutan.

“Program seperti ini merupakan wujud nyata dari investasi berkelanjutan. Untuk itu saya mengajak pemerintah Kabupaten Luwu agar dapat secara aktif melakukan upaya-upaya yang dirasa perlu untuk memastikan kegiatan operasi MDA dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama. Semuanya itu ditujukan tidak hanya untuk kepentingan MDA saja akan tetapi juga kepentingan masyarakat Luwu secara luas,” ujarnya.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Lebih lanjut, Prof Zudan menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga 2024 mencapai 5,08 persen. Namun, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh hingga 8 persen.

“Hanya melalui percepatan investasi bisa mengejar gap angka tersebut. Investasi akan datang apabila ada rasa aman dan adanya kepastian hukum dan disinilah peran pemerintah harus hadir untuk memastikan hal tersebut, sehingga manfaat dari investasi ini dapat dirasakan sebesar besarnya oleh masyarakat,” tandas Prof. Zudan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News08 Agustus 2026 18:02
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pe...
Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...