Logo Sulselsatu

MDA Gandeng UNCP Bentuk Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Luwu

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 06 Januari 2025 14:47

MDA gandeng UNCP bentuk Desa Tangguh Bencana. Foto: Istimewa.
MDA gandeng UNCP bentuk Desa Tangguh Bencana. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2022–2024, Kabupaten Luwu menempati peringkat pertama sebagai daerah rawan bencana di Sulsel.

PT Masmindo Dwi Area (MDA) yang berada di Kabupaten Luwu berkomitmen untuk mengedepankan kesiapsiagaan dalam setiap operasional perusahaan dengan memastikan seluruh kegiatan dilakukan sesuai standar keselamatan tinggi.

Data IRBI yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa Kabupaten Luwu berada di zona merah kerentanan gerakan tanah dan bahaya longsor.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran

Menurut Kepala teknik Tambang MDA Mustafa Ibrahim, langkah-langkah mitigasi yang terpadu sangat penting untuk dipersiapkan.

“Kami menyadari tantangan geografis dan risiko bencana alam di kawasan operasional MDA. Karena itu, kami senantiasa mengembangkan langkah-langkah kesiapsiagaan yang didukung oleh mitra kerja berpengalaman untuk memastikan kelancaran operasional tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujar Mustafa.

Mustafa menjelaskan, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dari pihak perusahaan. Masyarakat desa lingkar tambang juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi risiko bencana.

Baca Juga : PLN Perkuat Satgas Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran

Untuk itu, MDA menggandeng Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) untuk meluncurkan program Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

DESTANA adalah program yang dikembangkan oleh BNPB, yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana melalui penguatan kesiapsiagaan, mitigasi, dan kemampuan untuk pulih pasca bencana.

Dalam fase awal ini ada dua desa yang akan dibina, yakni desa Ulusalu dan Bonelemo dan secara bertahap akan terus berlanjut ke seluruh desa di Latimojong.

Baca Juga : Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT

Berkaitan dengan kebencanaan, MDA telah memasang alat sistem peringatan dini (Early Warning System) berupa Automatic Water Level Recorder (AWLR) yang dipasang di Sungai Ulusalu dan Automatic Weather Station (AWS) yang dipasang di desa Salubulo.

Alat ini akan memberikan mitigasi yang efektif sebagai peringatan dini secara real time tentang kondisi cuaca dan kondisi level air sungai.

MDA juga memiliki tim Emergency Response Team (ERT) yang kompeten dalam hal survival kebencanaan.

Baca Juga : TelkomGroup Salurkan Bantuan dan Pulihkan 100 Persen Layanan Pascagempa NTT

Tim ini tidak hanya diterjunkan di kawasan operasi MDA, tetapi juga aktif membantu daerah lain yang tertimpa bencana, termasuk di Kabupaten Barru beberapa waktu lalu.

ERT MDA juga rutin melakukan latihan bersama dengan berbagai lembaga di Luwu, seperti Dinas Kebakaran, PMI, BPBD Luwu, dan lainnya. Selain itu, tim ini juga memberikan pelatihan kepada beberapa perguruan tinggi di Luwu dan Palopo.

Ke depannya, masyarakat Ulusalu dan desa-desa tanggap bencana lainnya akan menerima pelatihan serupa agar lebih siap menghadapi situasi darurat kebencanaan.

Baca Juga : XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Pascagempa NTT

Dalam rangka pembekalan masyarakat terkait Desa Tangguh Bencana (DESTANA), MDA bekerja sama dengan UNCP mengadakan sesi pemaparan tentang kebencanaan pada awal Januari 2025.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan BPBD Luwu, Kepala Desa Ulusalu, serta Kepala Dusun setempat.

Pada kesempatan tersebut, tim UNCP menyampaikan informasi mengenai penyebab banjir dan longsor yang terjadi pada Mei 2024 di Latimojong, khususnya di Desa Ulusalu, dengan memaparkan data foto udara yang mereka miliki.

Selain fokus pada kesiapsiagaan bencana, MDA juga berupaya membangun program yang berkelanjutan melalui edukasi teknik bercocok tanam greenhouse.

Pola pertanian ini dirancang untuk meminimalkan risiko gagal panen dan memberikan pendapatan yang stabil bagi masyarakat setiap bulan.

Harapannya, metode ini dapat menggantikan kebiasaan pembukaan lahan di area curam berbukit yang rawan longsor dan dapat membahayakan para penggarap.

Ketua Tim Program Kolaborasi Pengabdian Masyarakat (PKM) UNCP Dr. Ichwan menyampaikan, kolaborasi dengan MDA dan Pemerintah Desa dalam membentuk serta menguatkan DESTANA merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar kawasan tambang dalam menghadapi berbagai ancaman risiko bencana.

“Selain itu, edukasi mengenai pertanian berbasis greenhouse menjadi inovasi yang sangat relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui teknik adaptasi lahan, yang tidak hanya mengurangi risiko kerja tetapi juga meminimalkan kerusakan lingkungan yang dapat memicu bencana alam,” kata Dr Ichwan.

Kepala Desa Ulusalu turut memberikan apresiasi. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan baru tentang kesiapsiagaan bencana.

“Selain itu, metode bercocok tanam yang diajarkan memberikan harapan baru bagi para petani untuk memperoleh penghasilan yang lebih stabil tanpa harus mempertaruhkan nyawa dengan membuka lahan di lereng pegunungan,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga05 Oktober 2026 05:50
Superco Superteam Juara, Taklukkan SSB Banjar Nusantara Kaltim 1-0
Tim Superco Superteam keluar sebagai juara Superco Superfest 2026 setelah mengalahkan SSB Banjar Nusantara asal Kalimantan Timur dengan skor 1-0 pada ...
Ekonomi04 Oktober 2026 19:36
Tingkatkan Peran Anak Muda, OJK Sulselbar Siapkan Duta Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menyiapkan generasi muda sebagai penggerak literasi dan inklusi ke...
Olahraga04 Oktober 2026 18:24
Khong Guan Perluas Pembinaan Pemain Sepak Bola Usia Dini ke Indonesia Timur
Khong Guan melalui program Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026 memperluas pembinaan talenta sepak bola usia dini hingga Indonesia Timur....
News04 Oktober 2026 17:44
Kalla Beton Suplai Ready Mix Pembangunan Masjid di Sepaku
Kalla Beton mendukung pembangunan Masjid Miftahul Firdaus di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, me...