Logo Sulselsatu

Berkunjung ke Gowa, Wamen P2MI Apresiasi Komitmen Pemkab Turunkan Angka Miskin Ekstrem

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 09 April 2025 20:43

Rombongan Wamen P2MI saat berkunjung ke Kabupaten Gowa. Foto: Istimewa.
Rombongan Wamen P2MI saat berkunjung ke Kabupaten Gowa. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menerima kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (9/4/2025).

Husniah Talenrang mengaku sangat menyambut baik kedatangan Wamen di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, ini bentuk perhatian pemerintah pusat karena Gowa merupakan salah satu daerah yang terus mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

“Ada beberapa hal menjadi tugas penting kami untuk mendukung program pemerintah pusat, dimana pada Program 100 Hari Kerja kita ada Gowa sejahtera yang juga sejalan dengan astacita Presiden RI dalam mengentaskan angka miskin ekstrem dan itu kita lakukan melalui orang tua asuh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pimpinan SKPD sebagai orang tua asuh turun langsung ke lapangan memberikan edukasi, pelatihan dan modal kepada masyarakat miskin ekstrem.

Hal ini agar masyarakat mempunyai mata pencaharian tetap sehingga masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Gowa bisa menjadi zero atau nol persen.

Baca Juga : Anak Buah Husniah Talenrang Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG, Langsung Ditahan di Polres Gowa

Sementara Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut kunjungan ini adalah kunjungan silaturahim kebangsaan untuk mempertemukan ide-ide dalam mempercepat pembangunan dan agenda Presiden Prabowo.

“Presiden sangat konsen dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, sehingga kami mengapresiasi program yang telah dijalankan Bupati Gowa tentang program orang tua asuh bagi para masyarakat kita yang masih tergolong miskin ekstrem dan itu sangat luar biasa karena lebih tepat guna dan tepat sasaran,” sebutnya.

Tak hanya itu, dirinya menyampaikan Gowa termasuk salah satu daerah yang masyarakatnya memiliki minat bekerja di negara tetangga.

Baca Juga : RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Tidak Ada Korban Jiwa

Hal ini juga menjadi diskusi untuk meningkatkan skil atau kemampuan dari masuarakat atau pekerja migran itu sendiri.

“Terkait pekerja migran, kita tahu bahwa masyarakat kita banyak yang berminat ke negara tetangga untuk mencari rezeki. Tentu ini kita sedang diskusikan skema yang paling baik agar profil dari pekerja migran asal Kabupaten Gowa bisa kita tingkatkan ke level pekerja yang penuh skill yang berdampak baik terhadap kemajuan daerah dan masyarakat Kabupaten Gowa sendiri,” jelasnya.

Ia berharap melalui kunjungan ini akan terus meningkatkan hubungan emosional, kolaborasi dan kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat yang tentunya dilakukan untuk kemajuan daerah di Indonesia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....