Logo Sulselsatu

Kartini Masa Kini Belajar Safety Riding Lewat Simulasi Berkendara

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 24 April 2025 07:36

Simulasi berkendara bagi perempuan memperingati Hari Kartini. Foto: Istimewa.
Simulasi berkendara bagi perempuan memperingati Hari Kartini. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA – Perempuan masa kini diharapkan tak hanya berkendara dengan gaya, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan keselamatan diri.

Untuk itu, dalam memaknai Hari Kartini 2025, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama 28 jaringan main dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia kembali menggelar kampanye edukasi keselamatan berkendara bagi perempuan.

Mengangkat tema “Persimpangan Aman, Cantik sampai Tujuan”, program ini mengajak para Kartini masa kini untuk tampil percaya diri sekaligus peduli terhadap keselamatan di jalan, terutama saat melintasi area persimpangan yang penuh risiko.

Baca Juga : Asmo Sulsel Bagikan 4 Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan

Sepanjang 7–30 April 2025, lebih dari 1.680 perempuan siap ambil bagian dalam rangkaian aktivitas edukatif yang dirancang interaktif dan aplikatif.

Para peserta tidak hanya mendapatkan teori keselamatan berkendara, namun juga berkesempatan langsung mempraktikkan teknik berkendara yang aman, nyaman, dan menyenangkan lewat pelatihan safety riding dan simulasi menghadapi kondisi jalan.

Program ini mengajak para perempuan menjadikan keselamatan berkendara sebagai bagian gaya hidup Kartini masa kini.

Baca Juga : AHM Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026

Dalam simulasi berisiko saat berkendara melewati persimpangan jalan, para peserta didorong untuk tidak hanya tampil percaya diri dan bergaya, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan, serta selalu mengutamakan keselamatan di setiap perjalanan.

Puncak kegiatan berlangsung pada 21 April 2025 di AHM Safety Riding Park, Deltamas. Sejumlah narasumber ahli di bidangnya hadir untuk berbagi wawasan.

Mulai dari Kepala Subdirektorat Keamanan, Keselamatan, dan Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Endah Puspita Rini, Instruktur Safety Riding AHM Laras Dwi Yulia, serta Praktisi Keselamatan Transportasi Nasional Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Erlina Indriasari.

Baca Juga : 45 Karyawan Sari Roti Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel

Para peserta mendapatkan sosialisasi aturan lalu lintas terbaru, serta panduan membaca potensi bahaya di jalan lewat kampanye #Cari_Aman yang terus dikembangkan oleh AHM.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya menyampaikan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam menciptakan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab, khususnya bagi perempuan yang kini semakin aktif dan mandiri dalam mobilitas harian mereka.

“Kami ingin perempuan Indonesia merasakan kebebasan berkendara yang bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi keselamatan. Melalui program ini, kami berharap dapat membekali para Kartini masa kini dengan keterampilan yang tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga sesama pengguna jalan,” ujar Andy.

Baca Juga : Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding Siswa SMAN 5 Makassar

Dengan semangat Hari Kartini, kegiatan ini bukan sekadar kampanye keselamatan berkendara, tetapi juga wujud apresiasi bagi perempuan Indonesia yang terus melangkah maju, berani, dan tangguh dalam menghadapi tantangan di setiap persimpangan kehidupan.

AHM saat ini didukung oleh 120 instruktur safety riding Honda, termasuk 14 instruktur perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan telah mengedukasi lebih dari 29 juta masyarakat Indonesia sejak tahun 2002.

Melalui bekal pengetahuan, keterampilan berkendara, serta kemampuan mengajar, para instruktur ini terus menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai bagian dari gaya hidup untuk semua

Baca Juga : Asmo Sulsel Ingatkan Pentingnya Servis Motor Berkala

Aman di Persimpangan
Fokus pada keselamatan di area persimpangan menjadi bagian penting dalam kampanye keselamatan berkendara AHM tahun ini. Berdasarkan berbagai studi internal, mayoritas kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia.

Hal ini dipicu oleh tiga perilaku berisiko dalam berkendara yakni kurangnya pemahaman terhadap kondisi jalan dan kendaraan sekitar di persimpangan, tidak menyesuaikan kecepatan, serta tidak menjaga jarak aman.

Melalui simulasi dengan Honda Riding Trainer, peserta diajak mengenali berbagai potensi bahaya yang sering terjadi di persimpangan dan dilatih untuk merespons secara tepat.

Untuk selalu waspada saat melalui persimpangan jalan, beberapa prinsip dasar pun perlu menjadi perhatian.

Prinsip dasar tersebut antara lain mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan, aktif mengamati situasi dari arah kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

Membangun kebiasaan sikap waspada dan pengambilan keputusan yang bijak dalam berkendara merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan budaya keselamatan berkendara yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...