Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan, 243 Sekolah Direhabilitasi Tahun Ini

Asrul
Asrul

Sabtu, 03 Mei 2025 11:47

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin. Ist
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai langkah ambisius dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan merehabilitasi ratusan sekolah di tahun 2025.

Program besar-besaran ini menyasar 243 sekolah yang akan mendapatkan perbaikan fasilitas, mulai dari ruang kelas, toilet, hingga sarana penunjang seperti musala dan sanitasi.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, menyebutkan bahwa total ruang kelas belajar (RKB) yang akan diperbaiki mencapai sekitar 1.500 unit.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

“Tahun ini kita fokuskan pada sekitar 200 sekolah. Totalnya, sekitar 1.500 ruang kelas, toilet, dan berbagai fasilitas lainnya akan direhabilitasi,” ujar Iqbal, Sabtu (3/5/2025).

Untuk mendukung program ini, Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran lebih dari Rp200 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Spesifik Grant (DAU SG) serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Biaya rehabilitasi satu ruang kelas ditaksir mencapai Rp250 juta, sementara pembangunan toilet membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta per unit.

Salah satu terobosan dalam proyek ini adalah penerapan konsep *smart toilet* yang modern dan ramah lingkungan, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya sanitasi sehat di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

“Kita tidak bisa lagi menganggap enteng soal toilet sekolah. Sekarang kita dorong konsep toilet cerdas, bersih, dan layak pakai seperti yang terus disampaikan oleh Bapak Presiden,” tegas Iqbal.

Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Pemprov Sulsel juga berupaya memastikan akses pendidikan merata hingga ke wilayah kepulauan. Di daerah-daerah dengan jumlah siswa terbatas, konsep ‘kelas jauh’ dan ‘sekolah rakyat’ akan diimplementasikan.

Model ini memanfaatkan rumah kayu atau bangunan sederhana seperti bungalow sebagai tempat belajar sementara.

Baca Juga : Paskibraka Sulsel Jalankan Tugas dengan Penuh Haru di HUT ke-80 RI

“Di beberapa pulau, jumlah siswa hanya enam atau tujuh orang. Kalau kita bangun gedung permanen, tentu tidak efisien. Tapi dengan sistem ini, mereka tetap bisa belajar dan terdaftar dalam sistem nasional melalui Dapodik sekolah induk,” jelasnya.

Program perbaikan infrastruktur pendidikan ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun ke depan, sesuai dengan instruksi Gubernur Sulsel.

“Arahan Pak Gubernur jelas, program ini harus selesai dalam tiga tahun. Mudah-mudahan semuanya bisa tuntas tepat waktu,” tutup Iqbal optimistis.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...