Logo Sulselsatu

Jelang PSU, Taufan Pawe Ingatkan Potensi Kerugian Negara Akibat Kelalaian Penyelenggara

Asrul
Asrul

Selasa, 06 Mei 2025 16:26

Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe. Foto/SS
Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe. Foto/SS

SULSELSATU.com, JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 25 kabupaten/kota dan provinsi yang diperintahkan Mahkamah Konstitusi (MK), Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, menegaskan pentingnya persiapan menyeluruh agar kesalahan serupa tak terulang.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP, Senin (5/5/2025).

Menurut Taufan, PSU seharusnya menjadi momentum perbaikan menyeluruh dalam penyelenggaraan pemilu, bukan sekadar formalitas pengulangan. Ia menilai, kegagalan pada tahap sebelumnya telah menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi anggaran negara maupun kepercayaan publik terhadap demokrasi.

Baca Juga : Jadwal Musda Golkar Sulsel Belum Jelas, Alasannya Terbentur Kesibukan Bahlil Lahadalia

“Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal integritas dan keseriusan kita semua. PSU ini harus jadi pelajaran, dan kita tidak boleh mengulang kesalahan yang sama dua kali. Kerugian negara juga nyata, bukan hanya angka, tapi berdampak langsung pada rakyat,” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan itu.

Taufan juga menyoroti potensi gugatan lanjutan terhadap hasil PSU, yang menurutnya masih terbuka jika penyelenggaraan kembali bermasalah. Karena itu, ia mendorong agar seluruh pihak—baik penyelenggara maupun Kemendagri—bekerja lebih profesional dan akuntabel.

“Kalau kita cuma berpikir menghindari gugatan, itu mustahil. Tapi kalau kita berpikir meminimalkan potensi gugatan, itu bisa. Caranya adalah dengan memperbaiki proses dari hulu ke hilir. Ini soal komitmen bersama menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.

Baca Juga : Panitia Musda Golkar Sulsel Target Dihadiri Seribu Peserta

Selain itu, Taufan turut menyoroti keputusan pemecatan empat anggota KPU di sejumlah daerah oleh DKPP. Menurutnya, kasus ini mencerminkan lemahnya proses seleksi dan pengawasan administrasi yang berujung pada konsekuensi besar: pengulangan pemilu.

“Bayangkan, hanya karena kesalahan administrasi empat orang, pemilu harus diulang. Dampaknya bukan hanya pada penyelenggara, tapi langsung dirasakan masyarakat. Ini bukan persoalan kecil,” ujarnya prihatin.

Menutup pernyataannya, Taufan mewanti-wanti agar PSU tidak dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu demi kepentingan pribadi. Ia mendorong adanya landasan hukum yang lebih kuat agar pelaksanaan PSU berjalan transparan, adil, dan tidak dipolitisasi.

Baca Juga : Golkar Sulsel Matangkan Persiapan Musda, Muhidin: Tunggu Jadwal Ketua Umum

“Jangan sampai PSU ini dijadikan celah untuk kepentingan kelompok tertentu. Kita perlu bangun sistem yang kokoh, agar tidak ada lagi yang bermain-main di wilayah abu-abu hukum,” pungkasnya.

PSU akan digelar di 25 daerah sebagai konsekuensi dari berbagai putusan MK yang menemukan pelanggaran dalam proses pemilu sebelumnya. Pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu kini diharapkan mampu memastikan proses ulang ini berjalan lebih bersih dan terpercaya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News04 Mei 2026 13:02
PLN Terima KKPR PLTA Pokko, Perkuat Kepastian Hukum Proyek Energi Hijau di Sulawesi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi menerima dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk proyek Pembangkit Lis...
News04 Mei 2026 12:49
PLN UIP Sulawesi dan Pemprov Sulteng Perkuat Sinergi Percepatan Infrastruktur Listrik
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam percepatan pem...
Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...