Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Soroti Lemahnya Pengawasan Dewas RSUD Milik Pemprov

Asrul
Asrul

Kamis, 19 Juni 2025 10:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja Dewan Pengawas (Dewas) pada rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendapat sorotan tajam dari DPRD Sulsel. Lembaga legislatif ini menilai Dewas gagal menjalankan fungsi pengawasan, menyusul temuan kerugian negara dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024.

Sorotan ini disampaikan anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yeni Rahman, dalam rapat pembahasan LHP BPK bersama jajaran manajemen rumah sakit Pemprov Sulsel di Gedung DPRD Sulsel, Rabu (18/6/2025).

“Dewas jangan lepas tangan. Mereka seharusnya jadi bagian yang membimbing dan mengawasi sejak awal. Kalau dibiarkan seperti ini, ke depan kita akan terus temukan masalah yang sama,” tegas Yeni.

Baca Juga : Andre Tanta Dorong Pertemuan Warga dan Developer Soal Jalan Rusak di Pondok Husada

Politisi PKS itu juga menyinggung soal proses pengangkatan anggota Dewas yang menjadi kewenangan Gubernur Sulsel. Ia menekankan perlunya proses seleksi agar jabatan Dewas tidak hanya diisi berdasarkan kedekatan, tetapi benar-benar dipegang oleh orang berkompeten.

“Honorer saja dites, masa Dewas tidak? Jangan asal tunjuk. Kalau gaji mereka pakai uang pribadi, silakan. Tapi ini pakai uang negara,” sindirnya.

Yeni menegaskan Komisi E akan segera memanggil para anggota Dewas rumah sakit untuk mengklarifikasi sejauh mana peran mereka dalam mengawasi jalannya sistem manajemen dan keuangan rumah sakit.

Baca Juga : Yeni Rahman Soroti Kesenjangan Akses Pendidikan saat Pengawasan di Dua SMA Makassar

Salah satu temuan krusial BPK yang diungkap dalam rapat adalah kelebihan pembayaran ongkos kirim alat kesehatan (alkes) yang terjadi hampir di semua rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Ada kelebihan bayar ongkir alkes yang seharusnya tidak terjadi. Ini harus dikembalikan ke negara. Bahkan ada juga pengadaan tanpa resi yang valid dari pihak ketiga,” ujar Yeni.

Sejumlah rumah sakit hadir dalam rapat tersebut, di antaranya RSUD Labuang Baji, RS Khusus Dadi, RSUD Sayang Rakyat, RSUD Haji, serta RSK Ibu dan Anak Siti Fatimah, RSK Pertiwi, dan RSK Gigi dan Mulut.

Baca Juga : Pengawasan APBD di Buakana, Andre Tanta Tampung Aspirasi Soal Pendidikan

DPRD Sulsel berkomitmen menelusuri lebih lanjut masalah ini, termasuk memperluas evaluasi terhadap Dewas di seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perumda di lingkup Pemprov Sulsel.

“Pengawasan ini menyangkut uang negara. Kita tidak bisa main-main,” pungkas Yeni.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...
News01 Mei 2026 20:49
PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi bisnis jan...