SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menutup pendaftaran jalur mandiri 2025 dengan total 5.770 pendaftar. Ribuan calon mahasiswa ini bersaing memperebutkan 3.045 kursi yang disediakan UNM untuk jalur tersebut, dari total daya tampung 11.603 mahasiswa baru untuk semua jalur.
Ketua Panitia Seleksi Jalur Mandiri UNM, Prof. Suwardi Annas, menjelaskan bahwa jalur mandiri tahun ini dilaksanakan melalui empat skema seleksi. “Seleksi dilaksanakan melalui jalur skor UTBK SNBT, Tes Potensi Akademik (TPA) reguler, jalur prestasi baik akademik maupun hafidz Al-Qur’an, dan jalur khusus untuk Prodi Kedokteran. Alhamdulillah pelaksanaan jalur skor UTBK berjalan baik, saat ini kita sedang melaksanakan seleksi TPA, dan insyaallah berikutnya menyusul jalur prestasi dan tes wawancara untuk kedokteran,” ujar Prof. Suwardi.
Ia menambahkan, pendaftaran jalur mandiri tahun ini tidak hanya sebagai jalur alternatif, tetapi sebagai kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa yang belum berhasil di jalur nasional untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi.
“Jalur ini kami siapkan seadil-adilnya, dengan berbagai bentuk seleksi untuk memastikan kualitas input mahasiswa. Jalur skor UTBK, misalnya, murni berdasarkan perankingan nilai tanpa celah manipulasi,” tegasnya.
Prof. Suwardi memaparkan, seleksi TPA reguler diikuti lebih dari 4.500 peserta dan digelar di 19 lokasi dengan 50 ruangan ujian per sesi. Panitia menyiapkan 1.145 komputer per sesi, didukung 622 personel, termasuk 198 pengawas ruangan dan 259 teknisi IT.
“Kami berkomitmen menghadirkan sistem seleksi yang transparan, tertib, dan akuntabel, agar UNM mendapatkan calon mahasiswa berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional dan global,” ujarnya
Sementara itu, Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn, menyampaikan bahwa jalur mandiri bukan hanya soal memenuhi daya tampung, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam memberi ruang akses pendidikan yang adil.
“Perguruan tinggi negeri harus hadir sebagai fasilitas belajar bagi seluruh anak bangsa. Kami tidak ingin jalur mandiri dianggap semata sebagai ruang komersial, tapi sebagai jalur bagi mereka yang tetap berjuang setelah tidak berhasil di seleksi nasional,” kata Prof. Karta.
Ia menegaskan, UNM memaksimalkan skema seleksi agar tetap menjaga kualitas. “Kami punya jalur hafidz untuk mengapresiasi anak-anak dengan daya konsentrasi tinggi, jalur prestasi untuk atlet, dan tentu jalur tes tertulis bagi mereka yang ingin menunjukkan kemampuan akademik. Semua itu kita kelola agar anak-anak kita bisa belajar tanpa terhambat, termasuk dari sisi biaya. Tapi jangan sampai mental kita jadi cengeng karena terlalu dimanjakan,” ungkapnya.
Data pendaftaran menunjukkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi fakultas dengan jumlah peminat tertinggi, terutama pada prodi Manajemen (843 pilihan 1, 879 pilihan 2) dan Akuntansi (758 pilihan 1, 838 pilihan 2). Disusul Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) dengan peminat besar di prodi Pendidikan Jasmani, Gizi, dan Administrasi Kesehatan.
UNM membuka 98 program studi, terdiri dari 87 sarjana, 10 sarjana terapan, dan 1 diploma 3. Sepuluh prodi terfavorit di antaranya Psikologi (FPsi), Manajemen dan Akuntansi (FEB), PGSD (FIP), Pendidikan Jasmani (FIKK), Gizi (FIKK), serta Teknik Komputer (FT).
Pengumuman hasil seleksi jalur mandiri UNM dijadwalkan pada Senin, 7 Juli 2025. Prof. Karta berharap hasil seleksi ini benar-benar melahirkan mahasiswa yang unggul, bukan hanya cerdas akademik tetapi juga siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. “UNM hadir bukan hanya mencetak sarjana, tapi agen pembangunan. Itulah spirit yang kami bangun melalui seleksi ini,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar