Logo Sulselsatu

Kanwil Kemenkum Sulsel Perkuat Pengawasan Indikasi Geografis Terdaftar

Asrul
Asrul

Selasa, 08 Juli 2025 15:36

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) menggelar rapat pembahasan Pedoman Pengawasan Indikasi Geografis Terdaftar secara virtual, Selasa (8/7/2025). Rapat yang diselenggarakan Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual ini bertujuan memperkuat pengawasan terhadap produk-produk unggulan daerah yang telah memiliki sertifikat indikasi geografis.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Demson Marihot yang mewakili Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal menjelaskan, program pengawasan indikasi geografis merupakan upaya memantau reputasi, kualitas, dan karakteristik barang yang sudah terdaftar. Hal ini sesuai dengan Pasal 1 ayat 12 Permenkumham No 12 Tahun 2019 tentang Indikasi Geografis.

“Kami membentuk Pokja Pengawasan Indikasi Geografis di setiap daerah untuk menyusun program kegiatan selama masa tugas tim sesuai SK Kakanwil,” ujar Demson.

Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025

Lebih lanjut, Demson menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan kepada tim pokja tentang mekanisme dan teknis pengawasan dari narasumber kompeten. “Tim pokja nantinya akan melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan semua pemilik hak indikasi geografis terdaftar,” tambahnya.

Saat ini, Kanwil Kemenkum Sulsel mencatat tujuh produk indikasi geografis yang telah terdaftar, yakni: Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2012), Kopi Arabika Toraja (2013),Lada Luwu Timur (2019), Beras Pulu’ Mandoti Enrekang (2020), Kopi Arabika Rumbia Jeneponto (2022), Kopi Arabika Bantaeng (2022), Dan Kopi Arabika Kalosi Enrekang (2023)

Selain itu, dua produk lainnya sedang menunggu sertifikat, yaitu Tenun Sutera Sengkang Kabupaten Wajo dan Kopi Arabika Seko Luwu Utara.

Baca Juga : Andi Basmal Ajak Notaris dan PPAT Perkuat Kebersamaan di Natal Oikumene

Sekretaris Tim Bidang Penjaminan Mutu dan Pemanfaatan Indikasi Geografis Idris menjelaskan peran kanwil dan pokja pengawasan dalam menjaga produk-produk tersebut. Objek perlindungan indikasi geografis meliputi sumber daya alam, barang kerajinan tangan, dan hasil industri.

“Indikasi geografis dilindungi selama reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar perlindungan masih ada,” tegas Idris.

Pemilik hak indikasi geografis sendiri beragam, mulai dari petani, pengrajin, pengepul, pengolah, hingga pedagang.

Baca Juga : Audiensi Kemenkum Sulsel dan Kejati Sulsel Fokus Layanan Publik dan Notaris

Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel Andi Basmal mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif dalam pengawasan indikasi geografis. Pihak-pihak yang terlibat sebagai anggota pokja meliputi pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, masyarakat/konsumen, akademisi dan aparat penegak hukum.

“Kami mengharapkan kolaborasi aktif dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi produk indikasi geografis terdaftar di Sulawesi Selatan,” pungkas Andi Basmal.

Andi Basmal juga meminta dukungan pihak DJKI agar dapat meningkatkan nilai dari Produk IG tersebut agar bisa menembus pasar national dan internasional

Baca Juga : Penyuluhan Hukum di SMPN 48 Makassar, Kemenkum Sulsel Ingatkan Risiko Medsos

Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan kekayaan intelektual daerah khususnya Produk IG dan memastikan produk-produk unggulan Sulawesi Selatan tetap mempertahankan kualitas.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....