Logo Sulselsatu

PKK Parepare Tegaskan Dukungan terhadap Layanan Kesehatan Jiwa di Masyarakat

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 22 Juli 2025 22:02

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Tim Penggerak PKK Kota Parepare mengapresiasi langkah Yayasan Cahaya Pelita Sehati yang meluncurkan Posyandu Kesehatan Jiwa di Jalan Panti Asuhan No. 47, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Selasa (22/7/2025).

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming, yang hadir bersama sejumlah pengurus dalam kegiatan peluncuran tersebut.

Yayasan Cahaya Pelita Sehati merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan, kesehatan jiwa, dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Fokus utamanya adalah pendampingan dan pemulihan sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tengah masyarakat.

Ketua Yayasan Cahaya Pelita Sehati, Naomi Sampeangin, mengatakan bahwa kehadiran Posyandu ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat, mempercepat proses pemulihan sosial, serta memperkuat dukungan keluarga terhadap ODGJ.

“Kami berharap Posyandu Kesehatan Jiwa ini menjadi wadah pelayanan terpadu yang mampu menjawab kebutuhan dasar ODGJ secara komprehensif, baik dari sisi medis, psikososial, maupun pemberdayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Yayasan Cahaya Pelita Sehati, yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.

“Alhamdulillah, kami mendukung penuh peluncuran Posyandu Kesehatan Jiwa atau Posyandu ODGJ ini. Ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di Kota Parepare,” kata Arfiah dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Posyandu ODGJ ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam layanan promotif, preventif, dan kuratif bagi masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan kesehatan jiwa.

“Melalui posyandu ini, kita berharap tercapainya tiga hal penting: Pertama, aksesibilitas—masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan jiwa seperti deteksi dini, konsultasi, dan rujukan. Kedua, keterjangkauan—layanan harus dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ketiga, pendampingan—ODGJ dan keluarganya harus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan dalam proses pemulihan,” jelasnya.

Arfiah juga menyoroti tantangan besar berupa stigma negatif terhadap ODGJ di masyarakat. Menurutnya, Posyandu ODGJ tidak hanya hadir untuk memberikan layanan medis, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan sosialisasi untuk mengikis stigma tersebut.

“Keberhasilan Posyandu ini tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik, membangun komunikasi yang baik dengan ODGJ dan keluarganya, serta terus menguatkan solidaritas sosial di Kota Parepare,” pungkasnya.(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Alfa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...