SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Hadji Kalla melalui Lembaga Amil Zakatnya melanjutkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana, khususnya kebakaran pemukiman.
Yayasan Hadji Kalla hadir melalui Program Bantuan Penanggulangan Dampak Bencana Kebakaran 2025.
Sepanjang April hingga Juli 2025, sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) terdampak dari 19 titik kebakaran di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah terdata dan menjadi penerima manfaat dalam program ini.
Baca Juga : 200 Golfer Ikut Turnamen Padivalley Golf Club, Perebutkan Hadiah Rumah dan Mobil MG
Dalam pelaksanaannya, program ini menekankan pada efektivitas dan keberpihakan dengan menerapkan pendekatan bantuan berbasis cash voucher.
Cash voucer sebuah metode yang memungkinkan para penyintas untuk menentukan sendiri kebutuhan prioritas mereka pasca peristiwa kebakaran yang menghancurkan tempat tinggal dan harta benda.
Humanity & Environment Care Program Manager Yayasan Hadji Kalla Sapril Akhmady mengungkapkan, distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Baca Juga : Didorong Veloz Hybrid, Penjualan Kalla Toyota Tembus 2.000 Unit pada Juni 2026
Hingga akhir Juli, sebanyak 93 dari 130 paket bantuan telah didistribusikan secara langsung ke para penerima, sementara 107 paket dalam proses penyaluran.
“Skema bantuan cash voucher terbukti memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibanding bantuan barang, dengan mengurangi risiko ketidaksesuaian kebutuhan, duplikasi bantuan, serta mempercepat proses pemulihan,” ungkapnya.
Model distribusi ini dinilai mampu menjangkau penyintas dengan lebih cepat dan lebih bermartabat, serta mendorong pemulihan ekonomi keluarga secara langsung tanpa ketergantungan pada pihak penyalur.
Baca Juga : Kalla Toyota Tutup Semester I 2026 dengan Pertumbuhan Penjualan 13 Persen
Selain aspek teknis, pendekatan ini juga memulihkan sisi psikososial masyarakat yang terdampak.
Memberikan kebebasan bagi para korban untuk memilih kebutuhan mereka bukan hanya soal pemberian bantuan, tetapi juga upaya mengembalikan kendali dan rasa percaya diri mereka dalam situasi krisis.
Penerapan metode ini didukung dengan proses pendataan berbasis verifikasi lapangan, kolaborasi dengan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat, serta pengawasan akuntabel dari tim keuangan dan relawan.
Baca Juga : Kalla Aspal Siap Layani Kebutuhan Aspal Emulsi di Kalsel dan Kalteng
Distribusi dilakukan dengan memperhatikan kecepatan dan integritas. Menjadikan program ini tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap konteks lokal dan ragam kebutuhan warga.
“Yayasan Hadji Kalla menyadari bahwa kebakaran pemukiman merupakan salah satu bentuk bencana sosial yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan keluarga berpenghasilan rendah di kawasan padat penduduk,” ujar Sapril.
Program ini merupakan bagian dari pilar Kemanusiaan dan Lingkungan Yayasan Hadji Kalla yang menempatkan nilai keadilan sosial dan keberlanjutan sebagai prinsip utama.
Baca Juga : SD Islam Athirah 2 Borong 7 Medali JSO 2026 di Yogyakarta
Ke depan, Yayasan Hadji Kalla akan terus memperkuat kapasitas respon bencana non-alam, memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta memastikan bahwa setiap bantuan menjangkau yang membutuhkan pada waktu yang tepat dan cara yang paling bermakna.
Informasi terbaru mengenai LAZ Hadji Kalla dapat diakses melalui website yayasanhadjikalla.or.id, Instagram @YayasanKalla maupun @KallaGroup, Facebook Fanpage di Kalla Group, Twitter di @KallaGroup_ID, dan Youtube Channel di Kalla Group.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar