Logo Sulselsatu

Kanwil Kemenkum Sulsel Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Lindungi Perempuan, Anak, dan PMI

Asrul
Asrul

Jumat, 01 Agustus 2025 10:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) bersama Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak perempuan, anak, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi terkait Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan, Anak, dan Pekerja Migran Indonesia, yang digelar di Kanwil Kemenkum Sulsel, Makassar sebagai wujud komitmen bersama antarinstansi dalam menjawab berbagai tantangan isu HAM di masyarakat, Kamis (31/7/2025).

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Muhammad Tahir, menyampaikan bahwa terkait pelanggaran hak atas perempuan dan anak menjadi catatan penting bagi semua pihak.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Publik Pahami Fungsi Jaminan Fidusia

“Jika kasus-kasus HAM masih tinggi, maka perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap peraturan dan produk hukum yang ada. Kita perlu memastikan bahwa hukum yang berlaku benar-benar melindungi kelompok rentan,” ujar Tahir.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama yang telah terjalin. “Sinergi antara Kementerian Hukum dan HAM dengan seluruh mitra lintas sektor harus terus diperkuat agar membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Andi Haris, menyampaikan bahwa sinergi antar unit sudah berjalan cukup baik, namun ke depan diperlukan penguatan formal melalui kerja sama administratif.

Baca Juga : Perayaan Natal Oikumene 2026, Kakanwil Kemenkum Sulsel Dorong Semangat Kebersamaan dalam Pelayanan Publik

“Saat ini sudah terjalin MoU dalam hal barang milik negara dan pemanfaatan gedung, tetapi untuk sinergi tugas dan fungsi (tusi) belum dituangkan secara formal. Ke depan, hal ini perlu ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Berbagai isu teknis juga turut disampaikan, termasuk kebutuhan untuk memperkuat SDM penyuluh hukum serta implementasi Permenkumham No. 16 Tahun 2024 tentang penguatan HAM melalui bidang IDP (Instrumen dan Penguatan).

Beberapa masukan juga menyoroti pentingnya keterlibatan kelompok disabilitas dalam proses legislasi di daerah serta urgensi harmonisasi peraturan daerah yang mengusung prinsip-prinsip HAM.

Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025

Analis Pengembangan Hukum, Rizki Reza A. yang mewakili Asisten Deputi Pemberdayaan dan Pemajuan Hak Kelompok Rentan pada Kementerian Koordinator Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia, Kemenko Bidang Hukum, HAM dan Imipas RI, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi dan tahap identifikasi isu strategis di daerah.

“Fokus utama saat ini adalah tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, yang memerlukan kolaborasi erat antara Kemenko, Kemenkum di Wilayah, serta dinas-dinas terkait seperti DP3A dan BP3MI,” Ungkap Rizki.

Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kementerian HAM Sulsel, Ayusriadi, menyebutkan bahwa pelaporan pelanggaran HAM selama ini belum cukup spesifik dalam mengkategorikan kasus anak dan perempuan.

Baca Juga : Andi Basmal Ajak Notaris dan PPAT Perkuat Kebersamaan di Natal Oikumene

Namun pihaknya akan terus melakukan pemetaan dan menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, termasuk rencana koordinasi di Bulukumba pada bulan Agustus mendatang untuk mendalami persoalan HAM dalam konteks hukum adat.

Pertemuan ini turut dihadiri Penyuluhan dan Perancang Peraturan Perundang-undangan Kanwil Kemenkum Sulsel serta Jajaran Pejabat Manajerial serta pelaksana pada Kanwil Kemenham Sulsel.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi yang lebih solid antara Kemenkum dan Kemenko terkait serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan semangat kerja sama lintas sektor, diharapkan upaya perlindungan terhadap perempuan, anak, dan PMI dapat semakin optimal dan tepat sasaran di masa yang akan datang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Opini24 Agustus 2026 17:03
OPINI: Siap Mengawal Anggaran Pengangkatan PPPK Menjadi ASN
Oleh: Kamrussamad (Juru Bicara Partai Gerindra) Sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah dan DPR menyepakati ara...
Sulsel24 Agustus 2026 17:01
KKI 2026 Buka Peluang Ekspor, UMKM Sulsel Kantongi Potensi Transaksi Rp380,75 Juta
Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sulawesi Selatan membukukan potensi transaksi ekspor lebih dari Rp380,75 juta melalui Business Matc...
Sulsel24 Agustus 2026 16:21
Dikaitkan Kasus Dugaan Korupsi hingga Usulan Pemakzulan, Benarkah Bupati Gowa Tak Lagi Dipercaya oleh Sejumlah Bawahannya?
SULSELSATU.com, GOWA – Roda pemerintahan di Kabupaten Gowa dikabarkan mengalami keretakan antara Bupati Husniah Talenrang dan sejumlah ASN. Apal...
News24 Agustus 2026 16:17
BKN Bakal Panggil BKD Gowa Usai 16 Pejabat Eselon II Dinonaktifkan oleh Bupati
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal memanggil Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (S...