SULSELSATU.com, Luwu Timur – Lapangan Desa Puncak Indah, Malili, menjadi saksi semangat juang dan sportivitas luar biasa dari para pemanah se-Indonesia dalam gelaran Open Tournament Archery Competition Bupati Cup I 2025. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (2–3 Agustus 2025), sukses menyedot perhatian publik dan komunitas olahraga tradisional dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Menjalin Ukhuwah, Menjaga Sportivitas Menuju Luwu Timur Juara”, turnamen ini diikuti oleh lebih dari 220 atlet panahan dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Palu, Morowali, Makassar, Enrekang, Bone, hingga Palopo. Keikutsertaan para atlet nasional bahkan internasional menjadi bukti bahwa Luwu Timur kini menjadi salah satu pusat perkembangan olahraga panahan tradisional di Indonesia.
Turut hadir dalam turnamen ini adalah atlet dunia seperti Multazar dari Aceh, juara dunia panahan 2024, serta Purnama, peraih medali emas pada ajang PORNAS Mandalika. Kedua atlet tersebut menambah gengsi dan daya saing kompetisi di lapangan.
Momen istimewa dirasakan oleh Mirwan Rifki Saputra, atlet dari Tarengge Archery Club (TAC) Lutim, yang berhasil meraih juara 1 kategori putra. Kemenangan tersebut membawanya lolos sebagai wakil Luwu Raya untuk berlaga dalam Festival Panahan Tradisional Internasional di Selangor, Malaysia, yang akan digelar pada 9–12 Oktober 2025.
Keberhasilan ini menjadi simbol kemajuan dan potensi besar atlet panahan asal Luwu Timur di kancah nasional dan internasional.
Turnamen ini juga menjadi momentum bersejarah bagi kemajuan olahraga tradisional di Luwu Timur dengan dilantiknya Firman Udding, anggota aktif DPRD Luwu Timur, sebagai Ketua PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Luwu Timur periode 2025–2029.
Dalam sambutannya, Firman menyampaikan pentingnya panahan sebagai olahraga yang mengajarkan kesabaran, fokus, dan ketekunan, bukan sekadar membidik sasaran. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, atas dukungannya dalam memajukan olahraga di daerah.
“Kami berharap ajang Bupati Cup ini tidak berhenti di tahun pertama. Kami ingin menjadikannya sebagai event tahunan yang menyatukan komunitas panahan dan berkuda dari seluruh Nusantara,” ungkap Firman.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan para atlet, turnamen ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya Luwu Timur sebagai pusat olahraga panahan dan berkuda di Indonesia Timur, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar