SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Bank Indonesia dalam Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Forum PINISI SULTAN) menyelenggarakan Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2025 di Novotel Makassar pada Senin (4/8/2025).
Dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Investasi dan Hilirisasi Berbasis Green & Blue Economy”, kegiatan ini menjadi sarana untuk menjaring proyek investasi unggulan ready to offer dari tiap Kab/Kota.
Kegiatan ini juga selaras dengan arah pembangunan jangka panjang, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah lokal.
Baca Juga : 22 UMKM REWAKO Binaan BI Sulsel Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026
Final SSIC 2025 dibuka oleh Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Asisten III, Ir. A Darmawan Bintang. Darmawan menegaskan, SSIC bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah strategis untuk menampilkan kesiapan daerah dalam menarik investasi, mendorong hilirisasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema SSIC 2025 juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional dan daerah untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) Rizki Ernadi Wimanda melaporkan, SSIC 2025 berhasil menjaring 18 proyek Clean and Clear (CnC) dari 16 kabupaten/kota.
Baca Juga : BI Sulsel Bawa 11 UMKM Binaan Perluas Pasar di ISEF 2026
Setelah melalui proses seleksi, verifikasi lapangan, dan pendampingan teknis dalam penyusunan proposal investment project ready to offer (IPRO), enam proyek terbaik terpilih sebagai finalis SSIC 2025.
Enam proyek tersebut di antaranya dari Kota Parepare mengusung proyek Sistem Penyediaan Air Minum, yang dipresentasikan langsung oleh Walikota, H. Tasming Hamid.
Kabupaten Jeneponto dengan proyek Pabrik Garam Industri, disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Islam Iskandar.
Baca Juga : Kualitas Udara di Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kota Makassar dengan proyek Makassar UNTIA Stadium disampaikan langsung oleh Walikota, H. Munafri Arifuddin.
Kabupaten Bone membawa proyek Industri Bioetanol Berbasis Limbah Pertanian, dipresentasikan langsung Wakil Bupati, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin.
Kabupaten Luwu dengan proyek Industri Rumput Laut, yang disampaikan langsung oleh Wakil Bupati, Muh. Dhevy Bijak P.
Baca Juga : Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sasar Lima Pulau Sulsel, Bawa Rp25 Miliar Uang Tunai
Kabupaten Luwu Timur membawa proyek Industri Penggilingan Padi, yang dipaparkan oleh Kepala DPMPTSP Luwu Timur, Abd. Wahid Rahim Sangka, Sp., M.Si.
Penilaian terhadap keenam proyek finalis tersebut dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Direktur Promosi Wilayah Amerika dan Eropa Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selanjutnya, ada juga dari East Java Regional Outreach Manager British Embassy Jakarta, Plt. Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Hasanuddin, dan Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah PT. Sucofindo Indonesia.
Baca Juga : Perkuat Ekonomi Syariah, BI Sulsel Hadirkan Tiga Agenda Utama di BEKS 2026
Setelah melalui proses penjurian, ditetapkan tiga proposal terbaik SSIC 2025, yaitu Terbaik I diraih oleh proyek Industri Bioetanol Kab. Bone, Terbaik II oleh proyek Untia Stadium Kota Makassar, dan Terbaik III oleh proyek Industri Pengolahan Rumput Laut Terpadu Kab. Luwu,” kata Rizki.
“Proyek-proyek tersebut diharapkan tidak hanya menjadi inspirasi bagi daerah lain, tetapi juga dapat segera direalisasikan melalui sinergi promosi investasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk melalui South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang,” kata Rizki.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan ini, Forum PINISI SULTAN berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mendorong tata kelola investasi yang berdaya saing dan proaktif dalam mendorong percepatan realisasi investasi di Provinsi Sulsel.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar