SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2025–2026 pada Rabu-Kamis, 13–14 Agustus 2025, di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh. Raker ini mengusung tema “Sinergi Program Berdampak: Akselerasi Menuju Universitas Berdaya Saing Global 2028”.
Raker bakal diikuti 263 peserta dari seluruh unsur pimpinan universitas, dengan agenda utama memperkuat langkah menuju perguruan tinggi kelas dunia.
Wakil Rektor II Unismuh, Dr. Ihyani Malik, yang merupakan penanggungjawab acara, mengungkapkan bahwa jadwal tersebut masih menunggu pengesahan Surat Keputusan Rektor.
Baca Juga : Unismuh Makassar Gelar Jalan Sehat Semarak Milad ke-63, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan
“Jika Pak Rektor kembali dari perjalanan dinas dan waktunya memungkinkan, raker tetap digelar sesuai rencana,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa agenda raker tahun ini akan tetap selaras dengan Roadmap Unismuh 224-2028, yakni menuju universitas riset dan bereputasi internasional.
Raker bakal menitikberatkan pada strategi menjaga akreditasi “Unggul” di tingkat institusi dan program studi, serta mendorong prodi terakreditasi internasional.
Baca Juga : Pelantikan Pejabat Struktural Unismuh Jadi Momentum Penguatan I-GIFT dan Budaya Amanah
Wakil Rektor IV Unismuh, Dr Burhanuddin menambahkan, saat ini Unismuh terus mendorong peningkatan pemeringkatan internasional.
“Alhamdulillah, tahun 2025 Unismuh sudah masuk dalam Times Higher Education Impact Rank 2025,” ujarnya. Pencapaian ini menempatkan Unismuh sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia Timur yang masuk daftar tersebut.
Di Sulawesi Selatan, hanya Universitas Hasanuddin dan Unismuh yang berhasil menembus peringkat internasional ini. Pencapaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat visi internasionalisasi.
Baca Juga : Dua Profesor Jepang Akan Berkuliah Tamu di Unismuh, Buka Peluang Riset dan Pertukaran Mahasiswa
Selain itu, Unismuh menargetkan masuk dalam pemeringkatan internasional lainnya seperti QS Asia University Rankings, dan QS World University Rankings. “Strateginya akan kami bahas secara mendalam dalam raker nantu,” tandas Burhanudin.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar