Logo Sulselsatu

Wamen P2MI Beri Kuliah Umum di PKKMB UNM, Bahas Era Percepatan

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 11 Agustus 2025 17:25

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menyambut 11.214 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

Kegiatan ini digelar di Pelataran Menara Phinisi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (11/8/2025). Acara ini dirangkaikan dengan kuliah umum oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran (Wamen P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom.

Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., dalam sambutannya menekankan pentingnya pola pikir terbuka, penghargaan terhadap sesama, serta keseimbangan antara kemampuan akademik dan perilaku.

Ia mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kesempatan berkuliah di UNM sebagai momentum berharga untuk mengembangkan diri.

“Selamat kepada 11.214 mahasiswa baru dari total peminat 43.056 orang. Kehadiran di sini adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri. Jadikan apa yang kalian lihat hari ini sebagai motivasi. Jangan hanya berlandaskan pewarisan, tetapi optimalkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Prof. Karta juga mengingatkan pada mahasiswa baru pentingnya bersikap kritis. Hanya saja sikap tersebut haruz selalu dibarengi dengan rasional. “Tidak boleh merasa diri sendiri yang paling benar. Mahasiswa harus mampu berkontribusi untuk keluarga dan negara,” tambahnya.

Dalam kuliah umumnya, Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan bahwa mahasiswa UNM adalah orang-orang terpilih yang masuk ke salah satu kampus bersejarah di Indonesia.

Ia menggambarkan perkembangan dunia saat ini sebagai “age of acceleration” atau era percepatan. “Perkembangan sangat cepat, jauh berbeda dari yang dialami generasi sebelumnya,” ujarnya.

Olehnya itu, Dzulfikar mengajak mahasiswa baru untuk terus mengasah keterampilan yang paling dibutuhkan era saat ini. Ia menegaskan, kompetensi bahasa harus menjadi prioritas bagi mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja global.

“Salah satu kompetensi penting untuk tenaga kerja produktif adalah penguasaan bahasa. Jepang, misalnya, membutuhkan 100.000 tenaga produktif. Untuk low skill, gaji bisa mencapai Rp8–10 juta, sementara high skill antara Rp15–25 juta. Sayangnya, kendala utama adalah bahasa,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...