SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bisnis Indonesia menggelar Bisnis Indonesia Forum (BIF) Regional Sulawesi Selatan 2025 di Hotel Grand Hyatt Makassar pada Kamis (14/8/2025).
BIF Sulsel 2025 menjadi rangkaian acara menuju perayaan 4 Dekade Bisnis Indonesia pada Desember mendatang. Tidak hanya di Makassar, Bisnis Indonesia Forum juga hadir di 10 provinsi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bisnis Indonesia menghadirkan Kepala Disperindag Sulsel Ahmad Akil sebagai keynote speaker.
Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa
Turht hadir pula narasumber lainnya, yaitu Asisten Direktur Senior Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar Indra Natsir Dahlan, Plt. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Munarti, Dosen FEB Unhas A. Nur Bau Massepe, dan Redaktur Pelaksana Harian Fajar Ridwan Marzuki.
Kepala Disperindag Sulsel Ahmad Akil mengatakan, kegiatan yang memiliki dampak peningkatan ekonomi lebih nyata adalah ekspor yang terus dikembangkan.
“Dari forum ini, diharapkan tercapai strategi pengembangan ekonomi yang dapat tercapai dengan sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.
Baca Juga : Pegadaian Dorong UMKM dan Literasi Investasi Lewat Pameran UMKM dan Bazar Emas
Ahmad Akil menyebutkan, ekspor Sulsel sangat berpotensi karena memiliki komoditas yang menjanjikan.
Namun kata dia, ekspor Sulsel butuh pengembangan, bukan hanya komoditas yang diekspor tapi diolah jadi produk agar semakin bernilai.
Ia menilai, eskpor lebih berdampak adalah 50 persen berupa produk dan 50 persen dalam bentuk komoditi.
Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Munarti memberikan gambaran tentang fenomena perekonomian Sulsel pada triwulan kedua 2025.
Munarti menjelaskan, realisasi investasi di Sulsel pada triwulan kedua 2025 mencapai Rp5,7 triliun. Angka ini naik 58 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy).
“Selain itu, produksi nikel matte juga mengalami peningkatan 12 persen pada triwulan kedua 2025. Ini adalah ekspor terbesar di Sulsel,” ujarnya.
Baca Juga : UMKM Binaan BI Sulsel OSP Farm Kembali Ekspor 10.2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
Dalam pemaparannya, ekspor Sulsel masih surplus hingga US$ 30,01. Impor Sulsel sebesar US$ 114,97, sementara ekspor mencapai US$ 144,98.
Selanjutnya, Asisten Direktur Senior Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sulselbar Indra Natsir Dahlan menjelaskan jika saat ini budaya membaca masyarakat masih rendah.
“Iming-iming pinjaman cepat cair, jadi masyarakat sudah tidak membaca syarat dan ketentuannya. Yang penting cepat cair. Jadinya investasi dan pinjaman ilegal masih marak di masyarakat,” kata Indra.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar