SULSELSATU.com, JAKARTA – Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang mengedepankan semangat gotong royong, kemandirian, dan kedaulatan ekonomi. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan akses pasar dan permodalan yang lebih luas.
Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PAN, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag, menyebut koperasi ini sebagai “rumah bersama” bagi masyarakat untuk saling menopang, memberdayakan, dan tumbuh bersama. “Koperasi Merah Putih adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi jantung penggerak bangsa. Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian global, koperasi ini menjadi jawaban untuk menciptakan kemandirian dan kedaulatan ekonomi rakyat,” ujarnya, Kamis (14/8).
Koperasi Merah Putih mengusung tiga pilar utama: pemberdayaan anggota melalui pelatihan, akses modal, dan pembukaan peluang usaha; ekonomi berkeadilan dengan pembagian keuntungan yang adil; serta digitalisasi koperasi untuk mendorong transparansi, efisiensi, dan perluasan pasar.
Ashabul Kahfi juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya memperkuat sektor pangan dan ekonomi rakyat, serta kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang mendorong kedaulatan pangan dan memperluas akses pasar.
“Koperasi Merah Putih sejalan dengan visi Presiden Prabowo membangun kemandirian ekonomi bangsa, dan sejalan dengan upaya Menko Pangan memastikan rakyat mendapat akses pangan berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, bendera Merah Putih tidak hanya simbol kedaulatan negara, tetapi juga kedaulatan ekonomi. “Melalui koperasi ini, kita buktikan bahwa gotong royong bisa menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar