Logo Sulselsatu

Tasming Hamid-Hermanto Wujudkan Program ‘Parepare Bebas Banjir’ Lewat Pembersihan Sungai

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 19 Agustus 2025 21:49

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Hermanto terus menunjukkan komitmen merealisasikan 18 program unggulan sesuai janji politiknya. Salah satunya melalui program Parepare Bebas Banjir.

Komitmen itu diwujudkan dengan pelaksanaan sosialisasi kegiatan pembersihan sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Parepare di Jalan Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, yang kerap dilanda banjir saat musim penghujan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Parepare, Irwan, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kegiatan akan difokuskan pada Sungai Jawi-Jawi yang selama ini menjadi sumber genangan banjir di beberapa wilayah.

“Berdasarkan survei, kondisi sungai sudah mengalami banyak perubahan akibat pemukiman, penyempitan badan sungai, sedimentasi, serta hambatan dari ranting dan batang pohon yang terbawa arus dari hulu. Karena itu, pembersihan sungai menjadi prioritas agar laju air tetap lancar menuju hilir,” jelas Irwan.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang sebagai pemangku kewenangan utama. “Kami terus berkomunikasi dengan pihak balai dan saat ini tinggal menunggu rekomendasi. Pembersihan sungai ini merupakan tahap awal sebelum ada langkah lanjutan yang ditangani tim ahli,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan nanti, kata Irwan, akan dikerahkan alat berat untuk membuka alur sungai. Material galian akan ditempatkan di pinggir sungai sekaligus berfungsi sebagai tanggul penahan ketika air meluap. Ia pun berharap dukungan penuh dari masyarakat, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta lurah agar program ini berjalan lancar.

“Insya Allah, kita mulai tahap awalnya bulan ini. Mohon dukungannya agar program ini berjalan maksimal guna kepentingan kita semunya,” ujar Irwan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah warga turut menyampaikan saran. Ramlah, warga Tegal 2, mengusulkan pembangunan bronjong sebagai upaya pencegahan jangka panjang. Rosmini menekankan perlunya penyediaan tempat sampah karena tumpukan sampah turut memperparah banjir. Sementara Jamil Hasyim menyarankan pembuatan jalur alternatif aliran air, mengingat debit sungai kerap meluap. Ada juga warga lain yang meminta agar dibuat jalur evakuasi jika banjir tetap terjadi.

“Ini baru tahap awal. Setelahnya, akan ada kajian lebih lanjut oleh tim ahli untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Adapun untuk penanganan di wilayah hulu, sepenuhnya menjadi kewenangan balai, namun kami tetap menjalin komunikasi intensif,” tutup Irwan.(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Alfa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel06 Agustus 2026 19:40
300 Petani Sidrap Dibekali Teknologi Smart Farming, Kolaborasi Australia-Unhas Dukung Pertanian Modern
SULSELSATU.com, SIDRAP – Sebanyak 300 petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti pelatihan smart Farming sebagai upaya memperkenalkan ...
OPD06 Agustus 2026 19:39
Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang...
Politik06 Agustus 2026 19:11
Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan memanfaatkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ajang...
News06 Agustus 2026 19:09
Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20...