SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Sosial RI meresmikan 20 unit rumah layak huni di kawasan Untia, Jumat (5/9/2021).
Rumah ini diperuntukkan bagi nelayan Pulau Lae-Lae serta warga kurang mampu, termasuk Naila, bocah yang sempat viral karena kondisi rumahnya yang tak layak.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga prasejahtera.
Menurutnya, lokasi di Untia dipilih bukan hanya untuk relokasi, tetapi juga sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Naila mendapatkan rumahnya, dekat dengan Sekolah Rakyat yang ada di sini. Kami berharap bukan hanya Naila, tetapi juga tetangganya yang sebelumnya tinggal di rumah tak layak bisa merasakan manfaatnya,” kata Munafri.
Ia menegaskan Pemkot Makassar akan terus memberikan dukungan serta melengkapi fasilitas di perumahan tersebut.
“Insyaallah ini menjadi pilot project untuk penyediaan rumah layak huni bagi warga Kota Makassar,” tambahnya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang turut hadir, menyebut program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
“Pak Gubernur menyediakan lahannya, Pak Wali Kota mendata warganya, dan Kementerian Sosial mengajak banyak pihak membangun rumah serta fasilitas umumnya. Dengan kerjasama, lebih banyak yang bisa kita jangkau,” ujarnya.
Saifullah menambahkan, pembangunan hunian ini juga sejalan dengan gagasan Presiden untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat khusus bagi keluarga miskin ekstrem.
Sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap mendapat kesempatan pendidikan yang layak.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar