SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Dedikasi seorang anggota Polri di Polres Bulukumba patut diapresiasi. Aipda Arman, operator SKCK, sempat tumbang saat memberikan pelayanan kepada masyarakat di Mapolres Bulukumba, Senin (15/9/2025) pagi.
Saat tengah melayani pemohon, Aipda Arman mendadak terlihat pucat di depan komputer. Tim kesehatan Klinik Polres Bulukumba yang siaga di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama.
Kasi Humas Polres Bulukumba, AKP Marala, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, Aipda Arman mengalami kelelahan karena bekerja penuh sejak malam hingga pagi hari.
Baca Juga : Penuh Haru, AKBP Restu Wijayanto dan Istri Dilepas dengan Isak Tangis Personel Polres Bulukumba
“Beliau sempat drop karena kelelahan. Untungnya, tim medis Klinik Polres Bulukumba segera memberikan penanganan,” ujar AKP Marala.
Petugas medis dengan sigap memberikan perawatan, termasuk pemasangan infus vitamin serta alat bantu pernapasan. Setelah kondisinya membaik, Aipda Arman kembali berdiri di meja pelayanan SKCK dan melanjutkan tugasnya.
Meski sempat tumbang, semangat pengabdian Arman tidak surut. Ia mengaku tetap ingin melayani masyarakat karena sudah menjadi kewajiban sebagai polisi yang hadir dengan tulus untuk memberikan pelayanan terbaik.
Baca Juga : Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bulukumba Berikan Bantuan Sumur Bor untuk Masjid Al-Amin Kajang
Peristiwa ini meninggalkan kesan mendalam bagi para pemohon SKCK yang menyaksikan langsung dedikasi tersebut.
“Hal ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas, meski petugas harus bekerja ekstra,” tambah AKP Marala.
Kisah Aipda Arman menjadi potret kecil pengorbanan aparat kepolisian di balik meja pelayanan, yang bekerja tanpa kenal lelah demi memastikan masyarakat mendapatkan hak administratifnya.
Baca Juga : Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Bulukumba Gelar Upacara Bendera Dipimpin Kapolres
Polres Bulukumba telah memberikan pelayanan pembuatan SKCK sebagai salah satu persyaratan administrasi kelengkapan PPPK paruh waktu di Kabupaten Bulukumba selama lima hari, dan berhasil melayani lebih dari 3.000 pemohon secara non-stop dari total 4.722 pemohon. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar